Breaking News:

Peraih Nobel Jepang Tasuku Honjo Tuntut Ono Pharmaceutical 26,2 Miliar Yen untuk Paten Obdivo

Tasuku Honjo dan pengacara Ono Pharmaceutical terus bertukar emosi atas alokasi lebih dari 20 miliar yen dalam uang penyelesaian yang diperoleh Ono.

Foto Sankei
Tasuku Honjo, seorang profesor khusus di Universitas Kyoto (kedua dari kanan) dan yang lainnya dalam argumen lisan dalam persidangan atas paten "Opdivo" yang diadakan di Pengadilan Distrik Osaka, Kita-ku, Osaka, Kamis (2/9/2021). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tasuku Honjo, peraih hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran mengajukan gugatan 26,2 miliar yen ke Pengadilan Osaka, Kamis (2/9/2021) untuk paten obat imunoterapi kanker Obdivo.

Pengadilan Distrik Osaka menanyai Tasuku Honjo--yang juga seorang profesor khusus di Universitas Kyoto--dalam gugatan mencari pembayaran.

Tasuku Honjo dan pengacara Ono Pharmaceutical terus bertukar emosi atas alokasi lebih dari 20 miliar yen dalam uang penyelesaian yang diperoleh Ono Pharmaceutical dari Merck & Co., Inc di Amerika Serikat.

"Pada saat pertemuan yang diadakan di Universitas Kyoto pada bulan November 2014, rasio alokasi mungkin tidak sesuai dengan keinginan Anda?" tanya hakim, Kamis (3/9/2021) kepada Honjo.

"Seperti yang sudah saya katakan berkali-kali. Ada jumlah minimum seperti yang semula dikontrak, dan saya ingin Anda menambahkannya dari sana. Dengan jumlah alokasi konvensional, (uang) tidak perlu, saya belum mengatakannya," ungkap Honjo.

Ketika melakukan wawancara dengan Ono Pharmaceutical di Universitas Kyoto pada bulan Oktober 2014, Honjo mengatakan kepada penanggung jawab bahwa hanya mendapatkan “Hatakin” (uang sedikit saja).

Pengacara Ono Pharmaceutical berulang kali mengajukan pertanyaan terkait niat tersebut.

Tak jarang keduanya bertukar percakapan yang menyela kata-kata satu sama lain.

Berikut percakapan mereka:

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved