Breaking News:

Ribuan Orang Berunjuk Rasa Di Bangkok Tuntut PM Thailand Prayut Chan-o-cha Mengundurkan Diri

Ribuan orang berunjuk rasa di pusat kota Bangkok, Thailand, menuntut pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Prayut Chan-o-cha.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
Lillian SUWANRUMPHA / AFP
Polisi anti huru hara membubarkan pengunjuk rasa yang mengikuti demonstrasi menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha atas penanganan terhadap krisis virus corona Covid-19 di Bangkok pada 16 Agustus 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, BANGKOK - Ribuan orang berunjuk rasa di pusat kota Bangkok, Thailand, Kamis (2/9/2021).

Unjuk rasa digelar menuntut pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Prayut Chan-o-cha.

Mereka menegaskan akan kembali melakukan hal yang sama setiap hari, hingga Prayut melepaskan jabatannya.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan di persimpangan Asoke, pusat kota Bangkok tersebut merupakan satu pertemuan terbesar pada tahun ini, meskipun aparat kepolisian sudah memberikan peringatan pada hari sebelumnya bahwa aksi tersebut dilarang karena adanya kebijakan pembatasan terkait virus corona (Covid-19).

Dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (3/9/2021), unjuk rasa yang ditujukan terhadap Prayut itu telah mendapatkan momentum sejak akhir Juni lalu.

Ini terjadi saat kelompok-kelompok yang mendesak pemecatannya pada tahun lalu, kembali dengan dukungan yang lebih luas dari orang-orang yang merasa marah dengan situasi Covid-19 yang memburuk.

Baca juga: Tarif Swab PCR di Indonesia Lebih Murah Dibanding di Singapura dan Thailand

Perlu diketahui, Thailand telah mencatat lebih dari 1,2 juta kasus infeksi dan 12.103 kematian sejak pandemi dimulai pada tahun lalu, dengan sebagian besar kasus positif serta kematian terjadi sejak April tahun ini.

Unjuk rasa juga terjadi saat Prayut menghadapi perdebatan di parlemen dalam debat kecaman yang dimulai pada awal pekan ini.

Oposisi menuduh dirinya dan lima menteri di kabinetnya melakukan korupsi, tidak bisa memperbaiki ekonomi, dan ceroboh dalam menangani Covid-19.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved