Breaking News:

6 Tahanan Palestina Berhasil Kabur dari Penjara Keamanan Tinggi Israel, Keluar Lewat Terowongan

Sebanyak enam tahanan Palestina berhasil melarikan diri dari penjara keamanan tinggi di Israel utara pada Senin (6/9/2021).

AFP/HAZEM BADER
Pria tua berjalan ketika pengunjuk rasa Palestina bentrok dengan pasukan Israel pemakaman seorang Palestina berusia 20 tahun, di desa Beit Ummar, utara Kota Hebron, Tepi Barat, Jum'at (30 Juli 2021). Pemuda Palestina dibunuh oleh Tembakan tentara Israel di Tepi Barat yang diduduki pada hari sebelumnya, setelah bentrokan pecah di pemakaman seorang bocah Palestina, kata para pejabat. (HAZEM BADER / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak enam tahanan Palestina berhasil melarikan diri dari penjara keamanan tinggi di Israel utara pada Senin (6/9/2021).

Para tahanan ini melarikan diri dari Penjara Gilboa, yang diyakini memiliki tingkat keamanan tinggi di Israel.

"Semalam, kami menerima sejumlah laporan tentang sosok mencurigakan di ladang pertanian dan dari layanan penjara, yang dengan cepat menemukan bahwa tahanan hilang dari sel mereka dan enam orang melarikan diri," kata juru bicara polisi Eli Levy kepada Radio Kan Israel.

Menurut keterangan otoritas terkait, petugas gabungan polisi, tentara, dan agen dari badan keamanan internal Israel terlibat dalam pencarian.

Anjing pelacak juga dikerahkan dan pos pemeriksaan didirikan di area sekitar Penjara Gilboa.

Baca juga: Presiden Palestina Bertemu Menhan Israel, Biden Ingatkan Bennet Tentang Solusi Dua Negara

Baca juga: Satgas Khusus Covid-19 Israel Minta Pengadaan Vaksin Dosis Keempat untuk Warganya

Penjara Israel
Penjara Israel (Press TV/AFP)

Pihak militer mengatakan, pasukannya telah dikerahkan di Tepi Barat Palestina sebagai bagian dari operasi.

Menurut laporan media lokal, keenam buronan ini melarikan diri melalui terowongan dan diduga mendapat bantuan dari pihak luar.

Terowongan itu tampaknya digali dari bawah toilet di dalam sel, tempat para tahanan merangkak keluar dari fasilitas itu.

Salah satu tahanan yang kabur yakni Zakariye Zubeidi (46), mantan pemimpin Partai Fatah di Kota Jenin, Tepi Barat.

Kemudian lima lainnya merupakan anggota Jihad Islam Palestina yang dihukum seumur hidup karena terlibat serangan selama Intifada di awal tahun 2000an.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved