Breaking News:

Calon Presiden LDP Sanae Takaichi Ingin Lawan Pengganggu Kepulauan Senkaku Jepang Pakai Senjata

Takaichi meminta undang-undang SDF untuk menangani kapal-kapal China yang berulang agar bisa dilawan menggunakan senjata.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sanae Takaichi (60), calon Presiden Partai Liberal Demokrat (LDP) dan juga mantan Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mantan Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Sanae Takaichi dengan tegas menyatakan ingin mengubah UU Badan Beladiri Jepang (SDF) dan akan melawan pengganggu Kepulauan Senkaku dengan menggunakan senjata.

Sanae Takaichi telah mengumumkan untuk ikut bertarung pada pemilihan presiden LDP, Sabtu (11/9/2021) kemarin.

"Senkaku adalah wilayah penting milik Jepang perlu kendalikan dengan eksekusi. Untuk melindungi wilayah itu, saya ingin membangun lingkungan di mana Pasukan Bela Diri dan Penjaga Pantai Jepang dapat bergerak dengan kuat menggunakan senjata," kata Sanae Takaichi pada program Yomiuri TV, Sabtu (11/9/2021).

Mantan menteri dalam negeri Sanae Takaichi
Mantan menteri dalam negeri Sanae Takaichi (Foto Daily)

Dia meminta undang-undang SDF untuk menangani kapal-kapal China yang berulang agar bisa dilawan menggunakan senjata saat pelanggaran tersebut.

"Revisi harus dilakukan untuk UU Penjaga Pantai Jepang," ujarnya.

Sanae Takaichi menunjukkan bahwa dia "memiliki rasa krisis yang sangat kuat" tentang Undang-Undang Polisi Maritim, yang mengklarifikasi wewenang untuk menggunakan senjata Penjaga Pantai China yang diberlakukan oleh China pada bulan Februari.

"Ada banyak pendapat di kalangan Partai Demokrat Liberal bahwa undang-undang Penjaga Pantai Jepang tidak dapat dilindungi kecuali sektor swasta dilindungi "dan" staf penjaga pantai dan kapal itu sendiri tidak dapat melindungi dirinya apabila tak menggunakan persenjataan," ujarnya.

Nasionalisme yang tinggi itu dianggap sebagai sebuah kepemimpinan yang baik oleh seorang ahli Jepang, Ran Kanda.

"Di Jepang, di mana corona kacau tanpa gender, orang seperti Takaichi dibutuhkan untuk sebuah kepemimpinan yang jelas," kata Ran Kanda.

Baca juga: Taro Kono Siap Bertarung di Pemilihan Presiden LDP Jepang

Kanda, yang aktif sebagai pendongeng wanita, dikualifikasikan dan diakui oleh Perdana Menteri saat ini.

Takaichi dikatakan sebagai "yang paling mendukung pandangan nasional."

Dia menunjukkan bahwa "klaim itu konkret dan konsisten," seperti mempertahankan garis keturunan laki-laki suksesi tahta dan mengubah konstitusi.

"Termasuk masalah penculikan oleh Korea Utara, yang oleh pemerintah telah diposisikan sebagai "masalah paling penting," diharapkan Abe dan pemerintahan Kan akan mengerjakan apa yang telah mereka tinggalkan dan membuat kemajuan dan menyelesaikannya," tambahnya.

Takaichi adalah calon Presiden LDP yang mendapat dukungan paling kuat dari mantan PM Jepang Shinzo Abe, sehingga tidak sedikit yang mengatakan dia sebagai bonekanya Abe.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved