Breaking News:

Pemilik Toko Orang Dewasa di Jepang Dituduh Gelapkan Pajak Rp 8,9 Miliar

Tuduhan itu ditujukan kepada "Office L" dan "D Holdings", yang menjalankan toko seks di Kawasaki City.

Foto Jiji
Sebuah toko orang dewasa eksklusif di Kawasaki, Jepang milik Office L. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemilik toko orang dewasa di Kota Kawasaki dituduh oleh Biro Inspeksi Perpajakan Regional Tokyo menyembunyikan pendapatannya tanpa menyatakan sebagian dari penjualannya.

Pemilik juga dituduh telah menggelapkan pajak lebih dari 69 juta yen atau setara Rp 8,9 miliar.

Tuduhan itu ditujukan kepada "Office L" dan "D Holdings", yang menjalankan toko orang dewasa di Kawasaki City, khususnya SoapLand dan mantan perwakilan Tetsuhide Kunimoto (49) dari Office L.

Menurut sumber Tribunnews.com, mantan perwakilan Kunimoto menginstruksikan staf akuntansi dari dua toko orang dewasa di Kawasaki City, yang benar-benar dijalankan, untuk menyiapkan laporan bisnis palsu tidak termasuk bagian dari penjualan.

Mereka berpura-pura memiliki penghasilan rendah.

Biro Inspeksi Pajak Nasional Tokyo telah mengajukan pengaduan ke Kantor Kejaksaan Regional Yokohama karena menyembunyikan pendapatan lebih dari 290 juta yen dan penggelapan pajak sekitar 70 juta yen termasuk pajak perusahaan selama tiga tahun hingga tahun lalu (2016-2019).

Baca juga: Polisi Jepang Tewas Setelah Motor yang Dikendarainya Tabrakan dengan Truk di Tomakomai Hokkaido

Dana yang diperoleh dari penggelapan pajak digunakan untuk membeli mobil mewah.

Menanggapi wawancara dengan berbagai kalangan pers, mantan perwakilan Kunimoto berkomentar melalui agennya, "Kami telah menanggapi indikasi dari Biro Perpajakan Nasional dengan serius dan telah mengajukan amandemen dan membayar pajak itu."

Kunimoto yang berdomisili di Roppongi, Minato-ku, merupakan pemilik dari perusahaan Jepang "Office L" dan "D Holdings".

Uang yang diperoleh untuk membeli mobil mewah baru lebih dari 10 kali, dan juga menggunakannya untuk mendanai bisnis perusahaan lain yang dia kelola.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved