Breaking News:

Pemimpin Kelompok Yakuza Jepang Ditangkap Polisi terkait Kasus Pemerasan dan Pengancaman

Kepala gangster itu ditangkap karena melakukan ancaman dan pemerasan kepada pemilik gedung.

Istimewa
Pemimpin kelompok sekunder Yamaguchi-gumi, Chikara Tsuda (62). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang pemimpin Yamaguchigumi kelompok sekunder yang berbasis di Wakayama, akhirnya ditangkap polisi karena menyewa tempat pertemuan.

Kepala gangster itu ditangkap karena melakukan ancaman dan pemerasan kepada pemilik gedung.

Sekadar informasi, UU Khusus anti yakuza mengatur tentang aturan penunjukan konflik khusus bagi kelompok yakuza tertentu, menyangkut daerah tertentu di Jepang.

"Pemimpin kelompok sekunder Yamaguchi-gumi, Chikara Tsuda (62) dan istrinya (51), keduanya ditangkap di Kota Wakayama tanggal 9 September lalu," ungkap sumber Tribunnews.com di kepolisian Wakayama, Kamis (16/9/2021).

Pada Juli-September tahun lalu, mereka diduga melakukan ancaman, dan pemerasan kepada seorang pria yang dia kenal dan menyewakan dua kamar di sebuah kondominium yang dikelola pria di Kota Wakayama.

Polisi prefektur belum mengungkapkan persetujuan atau ketidaksetujuan kedua tersangka atas tuduhan tersebut.

Ketika pertemuan Yamaguchi-gumi diadakan di kantornya, Chikara Tsuda mengancam seorang kenalannya untuk menyewa kamar di kondominium untuk mengakomodasi eksekutif dari prefektur lain dan menggunakan ruangan itu.

Baca juga: Bocorkan Informasi kepada Yakuza, Asisten Polisi Jepang Dipecat

Saat berkumpulnya para gangster dan menjadikannya sebagai tempat pertemuan di Wakayama, informasi tersebut bocor ke kepolisian.

Menurut polisi Prefektu Wakayama, pada bulan September 2020, sebuah "pertemuan rutin" diadakan di kantor Tsuda di Kota Wakayama, di mana lebih dari selusin pemimpin organisasi sekunder Yamaguchi-gumi berkumpul.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved