Breaking News:

Puluhan Organisasi Muslim Dunia Serukan Boikot Hilton Terkait Rencana Bangun Hotel di Xinjiang

Lebih dari 40 organisasi Muslim menyerukan boikot global terhadap Hilton terkait rencana pembangunan hotel di Xinjiang oleh jaringan hotel tersebut.

Kevin Frayer/Getty Images
Muslim Uighur di Xinjiang, China ( Kevin Frayer/Getty Images) 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Lebih dari 40 organisasi Muslim menyerukan boikot global terhadap Hilton terkait rencana pembangunan hotel di Xinjiang oleh jaringan hotel tersebut.

Seruan tersebut muncul menyusul laporan media Inggris, The Telegraph, yang menyebutkan pembangunan hotel itu berlokasi di sebuah bekas masjid yang dirobohkan oleh pemerintah China pada 2018 lalu.

“Melakukan bisnis di lokasi di mana sedang terjadi genosida dan pada dasarnya turut terlibat dalam genosida, tidak dapat diterima,” ujar Edward Ahmed Mitchell, deputi direktur Council on American-Islamic Relations (CAIR), kepada The Telegraph. 

CAIR menggelar konferensi pers di depan The Capital Hilton, Washington, Amerika Serikat, pada Kamis (16/9/2021) waktu setempat.

Baca juga: Indonesia Diminta Ambil Peran Lindungi Muslim Uighur di Afghanistan

CAIR merupakan organisasi hak-hak sipil dan advokasi muslim di AS yang memimpin seruan boikot tersebut.

“Hilton adalah simbol dari permasalahan yang lebih luas yaitu keterlibatan korporasi dalam pelanggaran hak asasi manusia oleh China,” ujar Mitchell.

Jika proyek ini berlanjut, hal tersebut “menyampaikan pesan kepada pemerintah China bahwa mereka dapat bertindak tanpa hukuman dan semua orang akan menjadi terlalu takut untuk melakukan apapun.”

Menurut Al Jazeera, lokasi pembangunan hotel tersebut dulunya adalah sebuah masjid dan berada di prefektur Hotan.

Hilton berencana membangun hotel yang bernama Hampton Inn di lokasi tersebut.

Pemerintah Inggris dan AS telah menyatakan bahwa genosida sedang terjadi di Xinjiang, di mana dilaporkan sekitar 2 juta orang ditahan di kamp-kamp 're-edukasi'.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved