Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Taliban: Hukuman Eksekusi dan Potong Tangan Dipastikan akan Dilakukan Lagi

Pejabat senior Taliban mengatakan akan mengembalikan hukuman eksekusi dan potong tangan meskipun tidak di depan umum.

AFP/BULENT KILIC
Anggota Taliban berkendara di penjara Pul-e-Charkhi di Kabul pada 16 September 2021. AFP/BULENT KILIC 

TRIBUNNEWS.COM - Salah satu pendiri dan kepala penegak hukum garis keras Taliban mengatakan akan mengembalikan hukuman eksekusi dan potong tangan meskipun tidak dilakukan di depan umum.

Dalam wawancara dengan The Associated Press, Mullah Nooruddin Turabi menepis penolakan terhadap hukuman eksekusi Taliban saat memerintah Afghanistan mulai 1996-2001 lalu. 

Beberapa eksekusi dilaporkan digelar di depan muka umum, bahkan di sebuah stadion.

Turabi juga memperingatkan dunia agar tidak ikut campur dengan pemerintahan baru Afghanistan saat ini.

“Semua orang mengkritik kami atas hukuman di stadion, tetapi kami tidak pernah mengatakan apapun tentang hukum mereka dan hukuman mereka,” kata Turabi kepada The Associated Press di Kabul.

“Tidak ada yang akan memberi tahu kami seperti apa hukum kami seharusnya. Kami akan mengikuti Islam dan kami akan membuat hukum kami berdasarkan Al-Quran.”

Baca juga: Taliban Berburu Harta Karun Kuno Emas Baktria Berusia 2.000 Tahun

Baca juga: Penyerangan terhadap Taliban di Afghanistan Timur Tewaskan 5 Orang, Berlanjut Pengeboman Kendaraan

Pejuang Taliban berpatroli di sebuah jalan di Kabul pada 29 Agustus 2021, saat ancaman bom bunuh diri membayang-bayangi detik-detik akhir penarikan pasukan AS dari Afghanistan.
Pejuang Taliban berpatroli di sebuah jalan di Kabul pada 29 Agustus 2021, saat ancaman bom bunuh diri membayang-bayangi detik-detik akhir penarikan pasukan AS dari Afghanistan. (AFP)

Sejak Taliban mengambil alih negara pada 15 Agustus, warga Afghanistan dan dunia mulai mengamati langkah kelompok ini terkait hukuman ekstrem mereka sebagaimana saat memerintah di akhir 1990an.

Komentar Turabi ini menunjukkan, para pemimpin Taliban masih memiliki pandangan garis keras yang konservatif.

Turabi adalah Menteri Kehakiman dan Kepala Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan selama pemerintahan Taliban sebelumnya.

Saat itu dunia mengecam Taliban yang menggelar eksekusi di stadion di Kabul atau halaman masjid hingga dihadiri ratusan pria.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved