Breaking News:

Badan Rumah Tangga Kekaisaran Jepang Putuskan Tak akan Berikan Rp 19,8 Miliar kepada Putri Mako

Lumpsum diberikan kepada wanita dalam tingkat kedua kekerabatan dan saudara perempuan kaisar, yang sah dari sudut pandang kaisar.

Foto JMPA
Putri Mako. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Badan Rumah Tangga KekaisaranJepang telah menyetujui untuk tidak membayarkan lump-sum sebesar 152,5 juta yen (atau setara Rp 19,8 miliar) ketika Mako, putri tertua Tuan dan Nyonya Akishino, akan meninggalkan keluarga kekaisaran karena pernikahannya dengan Kei Komuro, dengan pertimbangan niat Mako.

Ketika keluarga kerajaan meninggalkan keluarga kekaisaran karena pernikahan dan lainnya, Hukum Ekonomi Rumah Kekaisaran menetapkan bahwa "sejumlah uang" akan dibayarkan untuk tujuan menjaga martabat, dan dalam kasus "Naishinnō" seperti Mako, 152,5 juta yen.

Naishinnō adalah salah satu jajaran atau gelar gadis kerajaan.

Dalam Hukum Rumah Kekaisaran saat ini, lumpsum diberikan kepada wanita dalam tingkat kedua kekerabatan dan saudara perempuan kaisar, yang sah dari sudut pandang kaisar.

Hal yang sama pernah diberikan kepada seorang gadis kerajaan yang dinyatakan sebagai anggota dalam keluarga kerajaan.

Baca juga: Mengenal Sosok Kei Komuro, Pria yang Membuat Putri Mako Rela Tinggalkan Jepang

Mengenai hal ini, Mako telah mengindikasikan bahwa dia bermaksud untuk menolak tanda terima berdasarkan opini publik yang kritis tentang masalah keuangan ibu dari tunangannya, Kei Komuro.

Dan Badan Rumah Tangga Kekaisaran telah memutuskannya sekaligus menghubungi pemerintah dan Biro Legislasi Kabinet.

Menurut orang-orang yang bersangkutan, Badan Rumah Tangga Kekaisaran telah memutuskan untuk tidak membayar sekaligus kepada Mako, dan sedang melakukan penyesuaian agar bisa diumumkan awal bulan depan, bersamaan dengan jadwal pernikahan Mako.

Diperkirakan "Konferensi Ekonomi Kekaisaran" diadakan, dipimpin oleh Perdana Menteri dan memutuskan jumlah pembayaran sekaligus.

Puteri Mako (kanan) dan adiknya (kiri) Puteri Kako menuju Istana Kekaisaran Jepang menghadiri upacara musim gugur kekaisaran Jepang, Kamis (23/9/2021).
Puteri Mako (kanan) dan adiknya (kiri) Puteri Kako menuju Istana Kekaisaran Jepang menghadiri upacara musim gugur kekaisaran Jepang, Kamis (23/9/2021). (Foto Asahi)

Mengenai pembayaran lump-sum, ketika 51 anggota dari 11 keluarga Miyake meninggalkan keluarga kekaisaran pada tahun 1947, ada contoh di mana 11 keluarga kerajaan laki-laki yang menjadi tentara tidak dibayar, tetapi setelah perang, mereka meninggalkan kekaisaran keluarga karena pernikahan.

Tidak ada kasus di mana uang itu tidak dibayarkan kepada keluarga kerajaan wanita.

Selain itu, diharapkan semua upacara yang terkait dengan pernikahan Mako tidak diadakan untuk pertama kalinya dalam sejarah sebagai pernikahan pascaperang keluarga kerajaan dari kalangan wanita.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved