Breaking News:

Virus Corona

Lebih dari 51 Ribu Kasus Covid-19 Terjadi di Penjara Malaysia, Termasuk Bayi yang Baru Lahir

Menurutnya, narapidana juga harus divaksinasi dan diberikan vaksin terbaik yang saat ini tersedia di Malaysia.

Free/crowf
ILUSTRASI Covid-19 varian Delta Plus 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, PUTRA JAYA - Lebih dari 51.000 orang yang berada di penjara Malaysia, termasuk narapidana, staf penjara serta anggota keluarga mereka telah tertular virus corona (Covid-19) sejak tahun lalu.

Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Ismail Mohamed Said.

Berbicara di parlemen pada Selasa kemarin, Ismail mengatakan bahwa angka yang diperoleh dari Departemen Penjara menunjukkan total 51.123 orang yang terdiri dari narapidana, staf dan anggota keluarga mereka telah terinfeksi virus tersebut.

Mirisnya, 9 diantaranya adalah bayi yang lahir di dalam penjara.

Baca juga: Kemenkes: Kapasitas Kesehatan Indonesia Kalah dengan Malaysia Hingga Vietnam

Ia pun menanggapi pertanyaan tambahan yang dilontarkan anggota parlemen oposisi RSN Rayer yang menanyakan 'apakah departemen penjara memiliki rencana untuk melakukan vaksinasi terhadap narapidana?'.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (29/9/2021), anggota parlemen Jelutong mengatakan, banyak kasus yang terpengaruh infeksi Covid-19 di penjara, karena para narapidana dan anggota keluarganya terinfeksi virus tersebut.

Menurutnya, narapidana juga harus divaksinasi dan diberikan vaksin terbaik yang saat ini tersedia di Malaysia.

Mendengar pertanyaan dan permintaan itu, Ismail menjawab bahwa kementeriannya akan memastikan bahwa staf penjara dan narapidana diberikan vaksin Covid-19.

"Saya yakin Kemendagri akan selalu memastikan semua staf dan narapidana di Lapas mendapatkan vaksin tersebut," tegas Ismail.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved