Breaking News:

Pandora Papers Rilis Kekayaan Rahasia dan Skandal Pajak Orang Kaya, Ada 2 Politisi Indonesia

Data diambil dari sekitar 12 juta file berupa dokumen, foto, dan email yang mengungkap harta tersembunyi, penggelapan pajak serta kasus pencucian uang

Editor: Eko Sutriyanto
Istana Kerajaan Yordania / AFP
Sebuah gambar selebaran yang dirilis oleh Istana Kerajaan Yordania pada 11 April 2021 menunjukkan Raja Yordania Abdullah II (depan), ditemani oleh putranya Putra Mahkota Hussein (di belakang L) dan ketua Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania (JAF) ) Jenderal Yousef Huneiti (di belakang kanan), tiba di Martyr's Memorial di ibu kota Amman dalam upacara resmi yang menandai peringatan seratus tahun kerajaan. Yordania pada 11 April menandai 100 tahun bertahan hidup sebagai negara miskin sumber daya di lingkungan yang dilanda perang. Pada 11 April 1921, kakek buyut raja saat ini, Abdullah, menjadi penguasa Emirat Transyordania yang baru dibentuk. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konsorsium Jurnalis Investigatif Internasional (ICIJ) merilis sebuah dokumen bernama 'Pandora Papers'.

'Pandora Papers' memuat kekayaan rahasia para elit dunia dari lebih 200 negara di dunia.

Para elit dunia kaya tersebut terdiri dari politisi hingga pejabat publik.

Mereka diduga menyamarkan kekayaannya menggunakan perusahaan off shore untuk membeli properti juga memanfaatkan negara-negara surga pajak.

Pandora Papers membocorkan sekitar 12 juta file berupa dokumen, foto, dan email yang mengungkap harta tersembunyi, penggelapan pajak, serta kasus pencucian uang yang melibatkan orang terkaya dan berkuasa di dunia.

Lebih dari 600 jurnalis di 117 negara terlibat dalam proses pengolahan dokumen dari 14 sumber perusahaan keuangan berbeda selama berbulan-bulan.

Baca juga: KKP Gelar Penghargaan Karya Jurnalistik dan TikTok Video Challenge, Total Hadiah Rp 100 Juta

Data tersebut diperoleh oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional di Washington DC, dan telah bekerja dengan lebih dari 140 organisasi media untuk investigasi tersebut.

Dikutip dari laman resmi ICIJ, terdapat sekitar 330 politisi dan 130 miliarder yang ada dalam daftar Forbes yang namanya disebutkan dalam Pandora Papers.

Selain itu juga ada selebriti, pelaku tindak kejahatan penipuan, hingga gembong narkoba dan keluarga kerjaan serta pemimpin agama yang namanya juga disebutkan di dalam daftar tersebut.

ICIJ juga menyebut ada dua orang politisi asal Indonesia yang namanya masuk ke dalam 'Pandora Papers' namun tidak disebutkan jelas siapa nama dua orang politisi tersebut.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved