Breaking News:

Anak Mantan Diktator Ferdinand Marcos Mencalonkan Diri Sebagai Presiden

Putra mantan diktator Filipina, Ferdinand Marcos Jr, mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Filipina yang akan berlangsung tahun depan

Editor: hasanah samhudi
AFP
Mantan Senator Filipina, Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr, putra mantan diktator Ferdinand Marcos, menyapa para pendukungnya setelah mengajukan pencalonannya untuk pemilihan presiden negara itu tahun 2022, di Sofitel Harbour Garden Tent di Pasay pada Rabu (6/10/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Putra mantan diktator Filipina, Ferdinand Marcos, telah mengumumkan bahwa ia akan mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan tahun depan.

Dilansir dari BBC, Ferdinand Marcos Jr, yang dikenal sebagai Bongbong, mengumumkan pencalonannya dalam pemilihan presiden 2022 dalam sebuah posting video di Facebook.

Dalam video berdurasi lima menit itu, ia mengajak warga Filipina bergabung dengannya dalam tujuan paling mulia ini dan akan berhasil.

"Kepemimpinan yang menyatukan ... dapat membawa kita melalui krisis ini, membuat orang-orang kita kembali bekerja dengan aman, bagi kita semua untuk mulai menjalani hidup kita sekali lagi," kata Marcos Jr yang berusia 64 tahun, seperti dilansir dari CNN.

Marcos Jr merupakan sekutu Presiden Rodrigo Duterte saat ini, berjanji untuk membawa kepemimpinan pemersatu ke negara itu.

Baca juga: Putri Rodrigo Duterte Dikabarkan akan Mencalonkan Diri sebagai Presiden Filipina Tahun Depan

Baca juga: Presiden Filipina Rodrigo Duterte Mundur dari Dunia Politik, Buka Jalan bagi Putrinya Maju Pilpres

Ayahnya memerintah Filipina selama 20 tahun sampai dia digulingkan pada 1986.

Marcos Sr merebut kekuasaan pada tahun 1972, setahun sebelum masa jabatan keduanya berakhir, dengan menempatkan Filipina di bawah darurat militer.

Dia membekukan Kongres, memerintahkan penangkapan saingan politik dan memerintah dengan dekrit.

Pemerintahannya ditandai dengan pembunuhan di luar proses hukum yang meluas dan penyiksaan terhadap lawan.

Marcos Sr akhirnya digulingkan oleh pemberontakan kekuatan rakyat yang didukung tentara. Dia meninggal di pengasingan di Hawaii pada tahun 1989.

Baca juga: Fokus Jadi Capres Filipina, Manny Pacquiao Resmi Pensiun dari Dunia Tinju

Baca juga: Disebut Seperti Sirkus, Pesta Pemilu di Filipina Resmi Dimulai

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved