Breaking News:

Kanopi Pesawat F2 Jepang Jatuh di Daerah Pegunungan Bagian Timur Kota Asakura

Pesawat tempur F2 milik Skuadron ke-6 Korps Udara ke-8 dan diacak untuk tindakan invasi anti-pesawat.

Foto JASDF
Pesawat F2 milik angkatan udara Jepang (JASDF). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebuah kanopi yang menutupi kokpit pesawat F2 Jepang milik pasukan bela diri udara Jepang (JASDF) jatuh di daerah pegunungan di bagian timur Kota Asakura, Minggu (10/10/2021) sekitar jam 12.50 waktu Jepang.

Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, benda yang jatuh adalah kaca depan yang terbuat dari aluminium dan kaca akrilik yang disebut "kanopi" yang menutupi kokpit, dengan panjang sekitar 150 cm, lebar 90 cm, dan tinggi 80 cm.

Dikatakan bahwa pesawat tempur F2 milik Skuadron ke-6 Korps Udara ke-8 dan diacak untuk tindakan invasi anti-pesawat.

Pesawat kembali ke Pangkalan Udara Tsuiki dan satu awak tidak terluka.

Pesawat sedang dalam misi pengawasan terhadap sebuah pesawat asing yang tidak beridentitas yang memasuki wilayah Jepang.

Pesawat F2 milik angkatan udara Jepang (JASDF).
Pesawat F2 milik angkatan udara Jepang (JASDF). (Foto JASDF)

Pesawat tempur F2 milik Pangkalan Udara Tsuiki di Prefektur Fukuoka terbang di atas pegunungan di bagian timur Kota Asakura, dan kaca depan di kokpit jatuh.

Kaca depan terbuat dari aluminium dan kaca akrilik, berukuran panjang 1 meter 50 sentimeter, lebar 90 sentimeter, tinggi 80 sentimeter, dan berat sekitar 90 kilogram.

Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, sejauh ini tidak ada informasi mengenai kerusakan, dan personel SDF dikirim ke lokasi untuk mencari kaca depan.

Pada saat itu, pesawat tempur F2 sedang melacak sebuah pesawat yang tidak diketahui asal negaranya yang dapat menyerang wilayah tersebut.

Baca juga: 120 Warga Jepang Tak Bisa Pulang ke Rumah Gara-gara Gempa, Pemda Sediakan Hotel Sementara

Kemudian pesawat kembali ke pangkalan ketika melihat bahwa kaca depan telah terlepas.

Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan bahwa itu tidak mempengaruhi misi.

"Kami minta maaf karena menyebabkan kekhawatiran kepada semua orang di daerah yang diperkirakan jatuh dan di sekitar Pangkalan Udara Tsuiki Dan kami akan memeriksa semua pesawat Angkatan Udara Bela Diri untuk periksa apakah ada kelainan," ungkap Kementerian Pertahanan Jepang.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved