Breaking News:

Keinginan Wanita Kolombia untuk Disuntik Mati Dibatalkan Otoritas Kesehatan

Wanita asal Kolombia sudah siap menjalani euthanasia karena penyakitnya. Tapi tiba-tiba rencana itu dibatalkan

Caracol via Noticias Telemundo
Martha Sepúlveda Campo. Wanita asal Kolombia ini sudah siap menjalani euthanasia karena penyakitnya. Tapi tiba-tiba rencana itu dibatalkan 

TRIBUNNEWS.COM - Martha Sepúlveda Campo, wanita 51 tahun asal Kolombia, sudah siap meninggal pada Minggu (10/10/2021).

Beberapa hari sebelumnya, ia banyak tertawa dan bercanda untuk "merayakan" prosedur euthanasia-nya yang semakin dekat.

Dilansir NBC News, Martha seharusnya menjadi pasien pertama yang tidak mengidap penyakit mematikan, yang dijadwalkan menjalani euthanasia di Kolombia.

Selama ini, Kolombia dianggap sebagai negara pelopor dalam hak atas "kematian yang bermartabat," baik di Amerika Latin maupun secara global.

Tetapi pada hari Sabtu, komite dari pusat di mana dia telah merencanakan untuk menjalani euthanasia, Instituto Colombiano del Dolor, membalikkan keputusan tersebut.

Baca juga: Cerita Wanita Kolombia yang akan Disuntik Mati Minggu Ini: Mengaku Tenang dan Lebih Banyak Tertawa

Komite mengatakan Martha tidak memenuhi persyaratan untuk menjalankan euthanasia.

Belum diketahui apakah keluarganya akan mengambil tindakan untuk memaksa prosedur tersebut dilanjutkan.

Martha didiagnosis menderita amyotrophic lateral sclerosis, atau ALS, penyakit sistem saraf yang memengaruhi mobilitas tubuh.

Ia mengidap penyakit degeneratif itu sejak 2019.

Seiring waktu, gejalanya semakin parah, hingga dia tidak bisa lagi berjalan tanpa bantuan.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved