Breaking News:

Kurangi Karbon Dioksida, Penerbangan Jepang ANA Pilih Bahan Bakar Alternatif Nabati

Akhir bulan lalu, inisiatif ini digunakan untuk angkutan barang suku cadang mobil dari Bandara Narita ke Jerman.

Foto NHK
Presiden dan CEO ANA Co.Ltd Jepang Yuji Hirako. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Penerbangan Jepang ANA (All Nippon Airways) Co.Ltd. akan memiliki energi alternatif nabati guna mengurangi karbon dioksida di masa depan.

"Pemanfaatan bahan bakar alternatif di Jepang ketinggalan dari Eropa dan Amerika Serikat, dan kami perlu segera merespons. Kami ingin memperluas pemanfaatan dengan cepat bekerja sama dengan mitra bisnis kami sehingga pada akhirnya bisa mengurangi karbon dioksida," ungkap Presiden & CEO ANA Co.Ltd Jepang, Yuji Hirako, Kamis (14/10/2021).

Menuju terwujudnya masyarakat bebas karbon, ketika perusahaan menggunakan pesawat untuk transportasi barang dan perjalanan bisnis, ANA akan memulai upaya untuk memilih bahan bakar alternatif seperti bahan bakar nabati yang menghasilkan lebih sedikit karbon dioksida daripada bahan bakar fosil konvensional.

Menurut pengumuman tersebut, perusahaan yang berpartisipasi akan dapat memilih untuk menggunakan bahan bakar alternatif, seperti yang berasal dari tumbuhan, yang dikatakan dapat mengurangi karbon dioksida sekitar 80 persen dibandingkan bahan bakar fosil tradisional saat menggunakan pesawat ANA.

"Jika memilih bahan bakar alternatif, kita harus membayar biaya tambahan, tetapi kita akan menerima sertifikat pengurangan karbon dioksida bersertifikat dari pihak ketiga," tambahnya.

Baca juga: RUPS Luar Biasa Merekomendasikan Pemecatan Direktur Bank Yamaguchi Jepang Takeshi Yoshimura

Akhir bulan lalu, inisiatif ini digunakan untuk angkutan barang suku cadang mobil dari Bandara Narita ke Jerman.

Dan pada resital tanggal 14 Oktober, pihak ketiga memberikan sertifikat pengurangan karbon dioksida kepada perusahaan logistik yang menggunakannya.

Menurut perusahaan, harga bahan bakar alternatif beberapa kali lebih tinggi dari bahan bakar fosil konvensional.

"Jadi kami ingin memperluas penggunaan bahan bakar alternatif. Namun sekaligus mengurangi beban biaya lainnya melalui inisiatif ini. Dipercaya di masa depan akan turun harga bahan bakar alternatif sekaligus dapat menekan karbon dioksida juga bisa turun pula," ujarnya.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved