Breaking News:

Virus Corona

Pertama Kalinya Dalam 7 Bulan Terakhir Ekspor Jepang Mengalami Penurunan

Pasokan barang toilet untuk perumahan di Jepang juga ikut terhambat karena tutupnya pabrik yang ada antara lain di Vietnam.

Editor: Dewi Agustina
Foto Digima
Pelabuhan ekspor di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah merevisi penilaian item "ekspor" untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan, mengingat dampak kekurangan semikonduktor dan faktor lainnya mempengaruhi industri otomotif.

"Pemerintah mengadakan pertemuan tingkat menteri Jumat hari ini untuk menyusun laporan ekonomi bulanan bulan Oktober ini, yang merupakan pandangan resmi tentang ekonomi Jepang," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (15/10/2021).

Menurut laporan itu, mengenai perekonomian secara keseluruhan, di mana efek dari virus corona berkepanjangan, pemerintah mempertahankan penilaian.

"Walaupun ekonomi masih dalam situasi sulit, namun laju pemulihan terus berlanjut. Meskipun demikian tempo melambat," tambahnya.

Namun, melihat setiap item, "ekspor," yang terus meningkat secara moderat, telah direvisi turun untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan, dengan mengatakan bahwa "momentum peningkatan melambat."

Ini karena, selain kelangkaan semikonduktor secara global, pasokan suku cadang mengalami stagnasi karena penyebaran virus corona di Asia Tenggara, dan pengurangan produksi pabrikan mobil telah berkepanjangan.

Baca juga: Badan Karantina Pertanian Ajak Semua Pihak Ikut Wujudkan Ekspor Pertanian Tiga Kali Lipat

Demikian pula pasokan barang toilet untuk perumahan di Jepang juga ikut terhambat karena tutupnya pabrik yang ada antara lain di Vietnam.

Mengenai prospek ekonomi, pemerintah terus berhati-hati.

"Perlu memperhatikan tren penyakit menular di Jepang dan juga luar negeri."

Di sisi lain, dalam laporan ekonomi bulanan ini, setelah peresmian Kabinet Fumio Kishida, langkah-langkah ekonomi baru akan dirumuskan untuk mengaktifkan kapitalisme baru melalui siklus pertumbuhan dan distribusi yang baik.

"Untuk memastikan keselamatan dan keamanan rakyat, kami baru memasukkan hal-hal seperti sikap dasar kebijakan," lanjutnya.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved