Breaking News:

Virus Corona

PM Jepang akan Promosikan Visualisasi 'Tempat Tidur Hantu'

Dalam keadaan darurat seperti kasus Covid yang meningkat hingga tiga kali lipat, pertimbangkan akan dilakukan untuk mencari pembatasan perawatan medis

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
PM Jepang ke-100, Fumio Kishida. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida akan mempromosikan visualisasi yang disebut tempat tidur hantu (bayangan) dan menyatakan niatnya untuk memanfaatkan teknologi informasi (TI) untuk memvisualisasikan status operasi sistem medis.

"Dengan tempat tidur hantu tersebut langsung dapat diketahui lewat pemanfaatan teknologi TI jumlah tempat tidur dapat segera diketahui dan dapat segera dipasok, diperbantukan segera ke tempat yang kekurangan," papar PM Fumio Kishida, Kamis (14/10/2021).

Meskipun dinyatakan sebagai tempat tidur yang kompatibel, PM Kishida bermaksud untuk mengoperasikan lebih dari 80 persen tempat tidur berdasarkan refleksi bahwa banyak tempat tidur yang sebenarnya tidak digunakan dan segera dapat diaktifkan untuk pemanfaatan lebih lanjut.

Khusus untuk rumah sakit umum, pemerintah akan menjalankan otoritas nasional seperti "permintaan" berdasarkan Undang-Undang Organisasi Rumah Sakit Nasional dan Undang-Undang Organisasi Perawatan Kesehatan Masyarakat dan permintaan ke rumah sakit universitas, dan meminta pengamanan tempat tidur khusus.

Dalam keadaan darurat seperti kasus Covid-19 yang meningkat hingga tiga kali lipat, pertimbangkan akan dilakukan untuk mencari pembatasan perawatan medis umum.

Baca juga: PM Jepang Fumio Kishida Resmi Bubarkan Parlemen

Perdana menteri menginstruksikan menteri terkait untuk meninjau kembali masalah yang responsnya terkonsentrasi di pusat kesehatan ketika menangani perawatan medis di rumah dan hotel.

"Secara khusus, kami akan memanfaatkan institusi medis setempat untuk menghubungi semua individu positif pada hari yang bersangkutan atau hari berikutnya ketika hasil tes diketahui, dan membangun sistem untuk menerima pemeriksaan medis," ujarnya.

Untuk itulah, sebagai tindakan penguatan konkret, PM Fumio Kishida meminta prefektur untuk merumuskan "rencana untuk mengamankan sistem penyediaan perawatan kesehatan dan medis" yang mengasumsikan "menggandakan infektivitas" sehingga jika jumlah orang yang terinfeksi meningkat dengan cepat, tidak akan ada kekurangan tempat tidur dalam rencana tersebut.

Di Markas Besar Penanggulangan Pemerintah yang akan diadakan pada tanggal 15 Oktober ini, menteri-menteri terkait akan memperlihatkan kerangka langkah-langkah penguatan dan diperintahkan untuk menyusun keseluruhan gambaran.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved