Breaking News:

Ketiga Kali Unjuk Rasa Menentang Perkawinan Putri Mako Keponakan Kaisar Jepang

Penentangan pernikahan Putri Mako dan Kei Komuro dilakukan lagi siang ini (26/10/2021) di Hibiya hingga Ginza sebanyak 150 orang berpartisipasi.

Foto Tokyo Sports
Unjuk rasa di Ginza pagi siang ini (26/10/2021) diikuti sekitar 150 orang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Penentangan pernikahan Putri Mako dan Kei Komuro dilakukan lagi siang ini (26/10/2021) di Hibiya hingga Ginza sebanyak 150 orang berpartisipasi.

Sebelumnya juga  diadakan unjuk rasa antipernikahan keduanya tanggal  10 Oktober dan 16 Oktober 2021.

Saat keduanya menikah pada hari ini, judul demonstrasi diubah menjadi "Saya ingin mendapatkan kembali keluarga kekaisaran yang menggemaskan. Penyebabnya adalah pengabaian tugas Badan Rumah Tangga Kekaisaran."

Meskipun hari kerja, sekitar 150 orang berkumpul, jumlah terbesar yang pernah ada.

"Saya ingin keluarga kekaisaran bahagia, Mako adalah harta Jepang," tulisan di poster yang dipegang pengunjuk rasa.

Masyarakat Jepang menentang perkawinan Putri Mako dan Kei Komuro dengan unjuk rasa (Demo) di Tokyo 18 Oktober 2021
Masyarakat Jepang menentang perkawinan Putri Mako dan Kei Komuro dengan unjuk rasa (Demo) di Tokyo 18 Oktober 2021 (Foto: Tokyo Sports)

Ada pula kata-kata,  "Penggunaan kerajaan adalah ilegal."

Masing-masing dari mereka memegang plakat dan berjalan sekitar 1,5 kilometer dari Taman Hibiya ke Ginza.

Mengingat kondisi fisik Mako sehari sebelumnya, tidak ada sesi tanya jawab dengan  Komuro, hanya jawaban tertulis.

Kyo, seorang  YouTuber Imperial yang menjadi tuan rumah demonstrasi tersebut, mengatakan, "Saya mengerti bahwa Mako menderita PTSD, tapi  Komuro harus menangani wawancara sendiri. Yang diinginkan publik adalah Sikap agar mereka menangani kecurigaan dengan serius.  Apa yang akan berubah dalam dokumen? "

Kyo mengungkapkan niatnya untuk melanjutkan demonstrasi bahkan setelah keduanya menikah dan pergi ke Amerika Serikat, dan berencana untuk mengadakannya di Nagoya pada tanggal 30 Oktober 2021.

Diskusi unjuk rasa mengenai pernikahan kekaisaran ini dapat diikuti pada grup Pecinta Jepang silakan email ke: info@tribun.in

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved