Breaking News:

Carpooling Mulai 1 November, Penumpang Saling Tidak Kenal Bisa Naik Taksi Yang Sama Asal Satu Tujuan

Mulai 1 November Senin depan, masyarakat bisa naik satu taksi yang sama, meskipun tidak kenal satu sama lain, asalkan bertujuan ke arah yang sama.

Foto NHK
Taksi Jepang  "layanan carpooling" untuk taksi Tarif diprorata menurut jarak 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Mulai 1 November Senin depan, masyarakat bisa naik satu taksi yang sama, meskipun tidak kenal satu sama lain, asalkan bertujuan ke arah yang sama.

Itulah sistim carpooling yang telah disahkan kementerian transportasi Jepang.

Dengan taksi, layanan baru akan diperkenalkan di mana pengguna dapat naik bersama dan tarif per orang akan dikurangi.

"Layanan carpooling" yang baru diperkenalkan oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata untuk taksi adalah layanan tumpangan bersama di mana aplikasi mencari orang-orang yang pergi ke arah yang sama.

Pengguna memasuki lokasi keberangkatan dan tujuan menggunakan smartphone aplikasi pengiriman dan memanggil taksi. Ini adalah mekanisme yang bisa dilakukan.

Dalam pelayanannya, sebelum boarding perlu persetujuan carpool dengan menyajikan rute berdasarkan tempat dan tujuan mitra carpool serta tarifnya.

Sebagai aturan umum, tarif dibagi sesuai dengan jarak naik masing-masing pengguna, dan dimungkinkan untuk menurunkan tarif dibandingkan dengan menggunakannya sendiri.

Ada  juga risiko bahwa tempat kerja dan rumah di mana mitra carpooling akan naik dan turun belum diketahui.

Dengan demikian  operator taksi diharuskan menunjukkan jenis kelamin pihak lain sebelum naik dan meminta perhatian melalui aplikasi ride-hailing sebagai bagian dari pengamanan preventif.

"Ada kemungkinan wanita tidak akan mau naik kalau isinya lelaki semua. Banyak hal yang harus dipertimbangkan lebih lanjut termasuk untuk pengamanan preventifnya," ungkap sumber Tribunnews.com Jumat (29/10/2021).

Layanan baru akan beroperasi mulai 1 bulan depan. 

Namun menurut  Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata, layanan yang sebenarnya diharapkan dapat dimulai dalam beberapa bulan karena akan memerlukan pengembangan sistem aplikasi pengiriman kendaraan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved