Jumat, 1 Mei 2026

Berita Populer Hari Ini

POPULER Internasional: Pemimpin Tertinggi Taliban Muncul | Kei Komuro Tak Lulus Ujian Pengacara NY

Berita populer Internasional, di antaranya Pemimpin Tertinggi Taliban yang dikenal tertutup akhirnya muncul di depan publik.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Inza Maliana
Kolase Tribunnews/AFP
Berita populer Internasional, di antaranya Pemimpin Tertinggi Taliban yang dikenal tertutup akhirnya muncul di depan publik. 

TRIBUNNEWS.COM - Rangkuman berita populer Tribunnews di kanal Internasional dapat disimak di sini.

Pemimpin Tertinggi Taliban yang dikenal tertutup akhirnya muncul di depan publik.

Di saat yang bersamaan, pejuang Taliban tembaki kerumunan di acara pernikahan yang memutar musik.

Sementara itu, Juru bicara Kedutaan Besar China di Amerika Serikat (AS), Liu Pengyu, menyebut laporan tentang asal-usul virus corona atau Covid-19 yang dilakukan Dinas Intelijen Amerika tidak ilmiah.

Berita dari keluarga kekaisaran Jepang, Kei Komuro, suami dari Putri Mako, rupanya tidak lulus ujian pengacara New York yang baru saja diumumkan.

Selengkapnya, ini 4 berita populer Internasional dalam 24 jam terakhir.

1. Dikenal Tertutup dan Sempat Dikira Meninggal, Pemimpin Tertinggi Taliban Akhirnya Tampil di Publik

Pemimpin tertinggi Taliban yang kini menguasai Afghanistan, Haibatullah Akhundzada tampil di depan umum untuk pertama kalinya, kata para pejabat, Minggu (31/10/2021).

Diketahui, pada hari Sabtu Haibatullah Akhundzada telah mengunjungi madrasah Darul Uloom Hakimah.

Dalam kunjungannya, dia berbicara dengan tentara dan murid-murid madrasah tersebut, kata pejabat Taliban sebagaimana dilansir Channel News Asia.

"Pada hari Sabtu, dia mengunjungi madrasah Darul Uloom Hakimah untuk berbicara dengan tentara dan muridnya yang pemberani," kata pejabat Taliban yang tidak disebutkan namanya.

Ada keamanan yang ketat di acara tersebut dan tidak ada foto atau video terkait yang dibagikan.

Baca juga: Pejuang Taliban Tembaki Kerumunan di Acara Pernikahan, Perintahkan Musik Dimatikan, 3 Orang Tewas

Pemimpin tertinggi Taliban yang kini menguasai Afghhanistan, Haibatullah Akhundzada.
Pemimpin tertinggi Taliban yang kini menguasai Afghhanistan, Haibatullah Akhundzada. (AFP)

Pihak Taliban hanya mengunggah rekaman audio berdurasi sepuluh menit yang dibagikan di akun media sosial kelompok itu.

Adapun rekaman itu berisi pidato Haibatullah Akhundzada, yang mana pidatonya samas sekali tidak menyentuh soal politik.

Namun, Haibatullah Akhundzada menyampaikan harapannya agar kepemimpinan Taliban mendapatkan ridho Tuhan.

Selanjutnya, dia berdoa untuk para martir Taliban, pejuang yang terluka dan keberhasilan pejabat Imarah Islam dalam hal yang mereka sebut sebagai "ujian besar".

Untuk diketahui, Haibatullah Akhundzada telah menjadi pemimpin gerakan Islam itu sejak 2016.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Pejuang Taliban Tembaki Kerumunan di Acara Pernikahan, Perintahkan Musik Dimatikan, 3 Orang Tewas

Kelompok bersenjata yang menyebut diri mereka sebagai Taliban menyerang acara pernikahan di bagian timur Afghanistan.

Mereka memerintahkan musik untuk dimatikan.

Tiga orang tewas dalam serangan tersebut, ujar pemerintah Taliban pada Sabtu (30/10/2021), seperti dilansir South China Morning Post.

Juru bicara pemerintahan Taliban, Zabihullah Mujahid berkata dua dari tiga penyerang telah ditangkap.

Taliban menyangkal penyerang itu melakukan aksinya atas nama Taliban.

"Tadi malam (Jumat, 29 Oktober 2021, red), di pernikahan Haji Malang Jan di Desa Shamspur Mar Ghundi Nangarhar, 3 orang menyebut diri mereka sebagai Taliban, menembaki kerumunan acara dan memerintahkan musik agar dimatikan," ujarnya.

"Akibat penembakan itu, setidaknya 3 orang tewas dan beberapa lainnya terluka."

"Dua pelaku sudah diamankan oleh Taliban dan satu orang yang melarikan diri masih dicari."

Baca juga: Perang rahasia Taliban lawan ISIS di Jalalabad, bagaimana mereka saling bertikai?

Baca juga: Dalam Cengkeraman Taliban, Afghanistan Dinilai Berada di Ambang Kehancuran

Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid (tengah) berbicara kepada media di bandara di Kabul pada 31 Agustus 2021, setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari negara itu untuk mengakhiri perang 20 tahun.
Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid (tengah) berbicara kepada media di bandara di Kabul pada 31 Agustus 2021, setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari negara itu untuk mengakhiri perang 20 tahun. (AFP)

"Para pelaku insiden yang tertangkap, yang menggunakan nama Imarah Islam untuk melakukan permusuhan pribadi mereka, telah diserahkan untuk menghadapi hukum syariah."

Qazi Mullah Adel, juru bicara gubernur Taliban di provinsi Nangarhar, membenarkan insiden itu tetapi tidak memberikan rincian.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. China Sebut Laporan Dinas Intelijen AS Soal Asal Covid-19 Tidak Ilmiah

Juru bicara Kedutaan Besar China di Amerika Serikat (AS), Liu Pengyu, menyebut laporan tentang asal-usul virus corona atau Covid-19 yang dilakukan Dinas Intelijen Amerika tidak ilmiah.

Ia mencatat bahwa penilaian tentang asal usul Covid-19 yang diterbitkan komunitas intelijen tersebut sama sekali tidak ilmiah.

Bahkan diklaim hanya akan merusak pemeriksaan virus berbasis sains dan menghambat upaya global dalam menemukan sumber pandemi.

Dikutip dari laman Sputnik News, Minggu (31/10/2021), Pengyu juga menuding AS tidak mau menanggapi kekhawatiran masyarakat internasional terhadap laboratorium biologi Fort Detrick militer AS dan lebih dari 200 pangkalan asing yang selama ini menangani eksperimen biologis.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Kei Komuro, Suami Putri Mako dari Jepang Tidak Lulus Ujian Pengacara New York

Putri Mako (30) dan Kei Komuro (30), putri sulung dari Bapak dan Ibu Akishino, saat jumpa pers siang ini (jam 14:00 waktu Jepang) di hotel di Tokyo (26/10/2021) setelah pencatatan pernikahan di pagi harinya.
Putri Mako (30) dan Kei Komuro (30), putri sulung dari Bapak dan Ibu Akishino, saat jumpa pers siang ini (jam 14:00 waktu Jepang) di hotel di Tokyo (26/10/2021) setelah pencatatan pernikahan di pagi harinya. (Richard Susilo)

Kei Komuro, suami dari Mako (putri tertua dari Putra Mahkota Kekaisaran Jepang Akishino) ternyata tidak lulus ujian pengacara New York yang diumumkan 29 Oktober 2021.

Komuro mengungkapkan bahwa dia telah mengecewakan pengacara yang mendukung studi di luar negeri.

"Saya akan menantang ujian lagi. Saya akan terus berusaha," kata Kei Komuro tentang hasil pemeriksaan pengacara di New York, AS.

Hal ini diungkapkan oleh Yoshihiko Kushino, seorang pengacara yang merupakan direktur sebuah firma hukum tempat Kei Komuro bekerja di Jepang dan yang juga telah mendukung studi di luar negeri, dalam sebuah wawancara dengan NHK.

Menurut Kushino, ketika dia berbicara dengan Komuro di telepon pada tanggal 30 Oktober, Komuro mengatakan "Hasil tes ini tidak berhasil. Saya sangat menyesal."

"Saya akan menantang ujian lagi pada Februari tahun depan. Saya akan terus berusaha," ujarnya.

Kushino juga berbicara dengan Putri Mako.

"Saya menerima cerita Komuro apa adanya," kata Putri Mako.

Mako juga mengatakan bahwa dia ingin mendukung studi suaminya, Kei Komuro.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved