Breaking News:

Pemerintah Jepang Pertimbangkan Belanja Anggaran 35 Triliun Yen untuk Bangkitkan Perekonomian

Pemerintah Jepang menyiapkna anggaran sebanyak 10 triliun yen untuk pengembangan bidang penelitian di berbagai universitas di Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Richard Susilo
Kantor PM Jepang di Nagatacho Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang dan partai yang berkuasa sedang mempertimbangkan untuk membelanjakan anggaran sekitar 35 triliun yen untuk langkah-langkah ekonomi tambahan termasuk langkah-langkah melawan virus corona dan koreksi disparitas.

Dari anggaran tersebut, sebanyak 10 triliun yen untuk pengembangan bidang penelitian di berbagai universitas di Jepang.

"Misalnya untuk membantu pengembangan penelitian pembuatan vaksin anti corona dan penyakit menular lainnya," papar sumber Tribunnews.com, Jumat (5/11/2021).

Rencana anggaran itu juga untuk membagikan manfaat 100.000 yen bagi anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun.

Namun, ada juga rencana untuk menetapkan batasan pendapatan untuk mengecualikan mereka yang berpenghasilan tinggi, misalnya anak orang kaya tidak diberikan subsidi.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal (LDP) dan Partai Komeito akan membahas dan membuat penyesuaian akhir pada tanggal 8 November.

Anggaran tambahan pertama untuk tahun ke-3 Reiwa, yang mendukung sumber daya keuangan, akan disetujui pada akhir tahun, dan langkah-langkah akan dilaksanakan pada tahap awal.

Baca juga: Senin Depan, Jepang Izinkan Turis Asing Masuk dengan Beberapa Kategori

Perdana Menteri Fumio Kishida telah menetapkan skala langkah-langkah ekonomi tambahan sebagai "puluhan triliun yen."

Konsumsi telah lesu akibat pandemi Covid-19 dan kesenjangan output, yang menunjukkan perbedaan antara kapasitas permintaan dan pasokan seluruh negeri, diperkirakan oleh Kantor Kabinet menjadi sekitar 22 triliun yen (per 4 Oktober), yang adalah kekurangan permintaan anggaran.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved