Breaking News:

Penjara Seumur Hidup untuk Ayumi Kubogi, Perawat di Jepang yang Membunuh 3 Pasiennya

Ayumi dituduh membunuh tiga pasien dengan meneteskan larutan desinfektan ke dalam infus mereka.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ayumi Kubogi, perawat Jepang terancam hukuman mati. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pengadilan Negeri Yokohama akhirnya memutuskan hukuman penjara seumur hidup kepada Ayumi Kubogi (34), Selasa (9/11/2021) siang.

"Tentu keluarga tidak akan memaafkan saya, tetapi dari saya ingin menyampaikan permohonan maaf sedalamnya atas perbuatan ini," kata terpidana Ayumi Kubogi di pengadilan.

Persidangan ini diketuai oleh hakim Karei Kazunori yang berusia 60 tahun.

Dalam persidangan putusan yang dimulai sebelumnya, hakim ketua mengakui bahwa terdakwa memiliki cacat perkembangan dan mengalami depresi pada saat kejahatan.

Tetapi "kejahatan membunuh korban di luar jam kerja" adalah rasional dan harus dipertanggungjawabkan secara mendalam.

"Oleh karena itu kami memutuskan bahha Kubogi dijatuhi hukuman penjara seumur hidup," demikian hakim saat membacakan keputusannya, Selasa (9/11/2021) siang.

Tiga hakim pengadilan (belakang) dan dua Panitera Pengadilan Yokohama yang menghakimi perkara Ayumi Kubogi (34), perawat Jepang yang diputus penjara seumur hidup, Selasa (9/11/2021).
Tiga hakim pengadilan (belakang) dan dua Panitera Pengadilan Yokohama yang menghakimi perkara Ayumi Kubogi (34), perawat Jepang yang diputus penjara seumur hidup, Selasa (9/11/2021). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Lima tahun lalu, di sebuah rumah sakit di Kota Yokohama, Pengadilan Distrik Yokohama menjatuhkan hukuman penjara kepada Ayumi Kubogi (34) untuk waktu yang tidak ditentukan.

Mantan perawat itu dituduh membunuh tiga pasien dengan meneteskan larutan desinfektan ke dalam infus mereka.

Ayumi Kubogi dituduh membunuh tiga orang di bekas Rumah Sakit Oguchi di Kota Yokohama pada tahun 2016 dengan memasukkan larutan desinfektan ke dalam infus pasien rawat inap.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved