Breaking News:

Perubahan Karakter Pelaku Kriminal Pembakaran Gerbong Kereta Api Jepang

Orang Jepang percaya seandainya hidup kembali di masa depan, berharap bisa menjadi orang yang lebih baik, atau sesuatu yang baik nantinya.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Takayoshi Doi (61) ahli sosiologi terkenal Jepang. Profesor Humaniora dan Ilmu Sosial, Universitas Tsukuba. Spesialisasi dalam sosiologi kriminal, sosiologi hukum, teori perilaku menyimpang, dan teori masalah sosial. 

Rencana pembunuhan sudah disiapkannya sejak akhir Oktober.

Baca juga: Seminggu 2 Kasus Pembakaran di Dalam Kereta Api, Kepolisian Jepang Perkuat Pengamanan di Stasiun

Semula ingin dilakukan di Shibuya yang banyak orang. Bahkan perlengkapan membunuh dan cairan pembakar sudah dibawa dan disimpan di sebuah loker di Shibuya.

Tetapi kemudian diurungkan dan kejadian dilakukan di dalam gerbong kereta api Keio Line dekat stasiun Kokuryo Chofu Tokyo.

Sebanyak 17 orang korban dan satu luka berat namun tak ada yang meninggal dunia.

"Saya memang ingin dihukum mati. Itu sebabnya saya mau bunuh sebanyak orang," paparnya saat ditangkap polisi 31 Oktober malam hari.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved