Breaking News:

Selama 28 Tahun Rumah Sakit Universitas Osaka Jepang Gunakan Air Sumur untuk Minum

105 gedung lain di kampus Universitas Osaka menggunakan air sumur yang sudah diolah secara sederhana.

Editor: Dewi Agustina
Foto Asahi
Universitas Osaka. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Selama 28 tahun Rumah Sakit Universitas Osaka menggunakan air minum yang bersumber dari sumur. Air tersebut biasanya untuk toilet dan air pendingin sistem AC.

Direktur dan Wakil Presiden Kazuhiko Nakatani meminta maaf atas kejadian tersebut.

"Saya sangat menyesal bahwa rumah sakit universitas yang menyediakan perawatan medis tingkat lanjut telah menyebabkan kecemasan," kata Direktur dan Wakil Presiden Kazuhiko Nakatani pada konferensi pers baru-baru ini.

Ada 105 gedung lain di kampus yang menggunakan air sumur yang sudah diolah secara sederhana, dan kabarnya akan dilakukan pengecekan perpipaan.

Universitas Osaka mengumumkan pada tanggal 20 Oktober lalu bahwa di bagian gedung klinik rumah sakit yang terhubung dengan Fakultas Kedokteran (Kota Suita, Prefektur Osaka), air sumur yang hanya perawatan sederhana, mengalir ke 120 keran tempat air minum seharusnya mengalir.

Air itu telah digunakan untuk air minum, cuci tangan, dan berkumur untuk staf dan pengguna rumah sakit selama hampir 30 tahun sejak rumah sakit selesai dibangun karena kesalahan sambungan pada pipa air.

Universitas Osaka sedang menyelidiki kualitas air, dan tidak ada bahaya kesehatan yang telah dikonfirmasi pihak rumah sakit tersebut.

Baca juga: PM Fumio Kishida Menyesal Korban Penculikan Korut tidak Kembali ke Jepang Sejak 2002

Rumah sakit itu selesai dibangun pada 1993.

Air sumur yang diolah secara sederhana seharusnya digunakan untuk toilet siram, tetapi secara keliru dihubungkan ke pipa lain selama konstruksi.

Hal itu diketahui ketika seorang kontraktor memeriksa gedung untuk pembangunan klinik baru.

Rumah sakit telah memeriksa air seminggu sekali untuk warna, rasa, bau, dan lainnya, tetapi tidak ada masalah sejak April 2014, dan catatan pemeriksaan tetap ada.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved