Breaking News:
Deutsche Welle

Pfizer Minta Regulator AS Izinkan Penggunaan Obat Oral COVID-19

CEO Pfizer, Albert Bourla, mengatakan bahwa pil Paxlovid dapat secara drastis mengurangi jumlah rawat inap dan kematian. Pemerintahan…

CEO Pfizer, Albert Bourla, mengatakan bahwa Pfizer sedang meminta pengesahan dari regulator Food and Drug Administraton (FDA) Amerika Serikat untuk pil yang baru dikembangkan untuk memerangi COVID-19.

Perusahaan farmasi asal AS ini mengklaim bahwa pil tersebut telah terbukti mengurangi jumlah rawat inap dan kematian hingga 89% di antara pasien berisiko tinggi yang baru terinfeksi.

"Dengan lebih dari lima juta kematian dan banyak nyawa yang terkena dampak penyakit yang menghancurkan ini secara global, ada kebutuhan mendesak untuk pilihan pengobatan yang menyelamatkan jiwa," kata Bourla, Selasa (16/11). "Kami bergerak secepat mungkin dalam upaya kami untuk mendapatkan pengobatan potensial ini ke tangan pasien."

Pfizer mencari apa yang dikenal sebagai otorisasi penggunaan darurat (EUA) berdasarkan hasil awal dari uji klinis yang terdiri dari ratusan pasien COVID-19 yang tidak dirawat di rumah sakit tetapi dianggap berisiko tinggi penyakitnya bertambah parah.

Pemerintah AS pesan jutaan dosis

Pfizer jadi perusahaan farmasi kedua yang meminta FDA untuk memberikan otorisasi penggunaan darurat setelah perusahaan Jerman, Merck, mengajukan permintaan serupa. Merck juga tengah mencari lampu hijau untuk kapsul antivirusnya melawan virus corona.

Pfizer mengatakan bahwa pilnya, yang diberi nama Paxlovid, menyebabkan efek samping pada satu dari lima pasien, tetapi intensitasnya ringan. Perawatan Paxlovid diberikan selama lima hari.

Pfizer telah mengatakan akan memberikan 180.000 program pil Paxlovid tahun ini dan setidaknya 50 juta pada tahun depan.

Dilansir Washington Post, pemerintahan Presiden Joe Biden diperkirakan akan mengumumkan bahwa mereka membeli 10 juta program pil Paxlovid. Mereka dilaporkan juga sudah memesan 3,1 paket kapsul Merck, Molnupiravir.

Mengingat batas waktu aplikasi untuk otoriasai penggunaan darat, diperkirakan pil dapat tersedia untuk pasien berisiko pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved