Breaking News:

Langgar Undang-undang Pemilihan Kantor Publik, Wali Kota Tako Chiba Jepang Ditangkap

Polisi telah menggeledah balai kota sejak Jumat (19/11/2021) pagi untuk mengetahui lebih lanjut tentang situasinya.

Editor: Dewi Agustina
Istimewa
Wali Kota Tako, Prefektur Chiba, Tokoro Ichie ditangkap polisi Jepang. Dia ditangkap karena meminta staf untuk memilih kandidat tertentu dan mengumpulkan suara dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat, Oktober lalu. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Wali Kota Tako, Prefektur Chiba, Tokoro Ichie ditangkap polisi Jepang. Dia ditangkap karena meminta staf untuk memilih kandidat tertentu dan mengumpulkan suara dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat, Oktober lalu.

Tokoro Ichie dituduh melanggar Undang-Undang Pemilihan Kantor Publik.

Video yang berisi pidato jalanan kandidat dikirim beberapa kali di SNS.

Polisi telah menggeledah balai kota sejak Jumat (19/11/2021) pagi untuk mengetahui lebih lanjut tentang situasinya.

Wali Kota Tako, Prefektur Chiba berusia 56 tahun ini, menggunakan posisinya sebagai wali kota untuk memilih dan mengumpulkan suara bagi beberapa anggota staf untuk memenangkan kandidat tertentu dalam pemilihan majelis rendah yang diadakan 31 Oktober 2021.

Tokoro Ichie ditangkap pada tanggal 18 November dan pagi ini kantornya digerebek polisi.

Dia dituding melanggar Undang-Undang Pemilihan Kantor Publik, dan dikirim ke Kantor Kejaksaan Distrik Chiba pada tanggal 19 November 2021.

Baca juga: Menlu Jepang Merasa Sangat Dekat dengan Pemimpin Indonesia dan ASEAN

Polisi melakukan penggeledahan di kantor wali kota Balai Kota Tako untuk mendukung tuduhan tersebut mencari semua bukti-bukti yang ada.

Dalam penyelidikan sejauh ini, wali kota Tokoro menyebutkan nama Motoo Hayashi dari Partai Demokrat Liberal, yang terpilih dari distrik ke-10 Chiba dengan dukungannya sendiri untuk sekitar 20 eksekutif kota pada hari pemungutan suara.

"Tolong jangan buang suara yang berharga. Saya tahu bahwa saya mengirim pesan sekaligus menggunakan LINE," ungkap sang wali kota.

Menurut kota, polisi sedang menyelidiki rincian kasus ini, karena wali kota mengirim video pidato jalanan kandidat kepada pejabat senior beberapa kali selama periode pemilihan.

Polisi belum mengungkapkan persetujuan atau ketidaksetujuan wali kota karena akan mengganggu penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved