Breaking News:

Jepang Tambah Anggaran untuk Asuransi Tenaga Kerja Senilai 2,2 Triliun Yen

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang tahun ini untuk memasukkan sekitar 2,2 triliun yen untuk asuransi kerja.

Editor: Dewi Agustina
Foto Asahi
Rapat komite khusus membahas asuransi tenaga kerja Jepang 19 November 2021. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang mulai menyesuaikan anggaran tambahan untuk tahun ini untuk memasukkan sekitar 2,2 triliun yen sebagai sumber keuangan tambahan bagi asuransi tenaga kerja.

Terkait asuransi ketenagakerjaan, belanja subsidi penyesuaian ketenagakerjaan (tunjangan kerja) untuk kerugian akibat virus corona membengkak hampir 5 triliun yen dan sumber daya keuangan hampir habis, dan direncanakan melampaui kebutuhan mendesak dengan suntikan dari pajak.

Pemerintah menaikkan dan memperluas tingkat tunjangan ketenagakerjaan untuk mendukung perusahaan yang mempertahankan ketenagakerjaan dan membayar tunjangan cuti guna mencegah pengangguran meningkat akibat bencana corona.

Pengeluaran untuk pembayaran pekerjaan akibat pandemi Covid-19 melebihi 4,8 triliun yen dari musim semi 2020 hingga November tahun ini.

Baca juga: Batu Apung akibat Letusan Gunung Mengotori Tepian Pantai Laut Jepang

Jumlah itu lebih dari tujuh kali lipat jumlah yang dibelanjakan pada tahun 2009 segera setelah guncangan Lehman (Lehman shock).

Pada prinsipnya, sistem jaminan ketenagakerjaan yang merupakan sumber dana pembayaran kerja, ditanggung oleh premi asuransi kerja yang dibayarkan oleh perusahaan dan pekerja.

Selain premi asuransi untuk awal tahun, premi asuransi diakumulasikan ketika ekonomi stabil untuk mempersiapkan pengeluaran selama resesi.

Sebagai akibat dari pengeluaran yang berkepanjangan untuk virus corona, saldo cadangan yang dapat digunakan untuk penyesuaian ketenagakerjaan adalah sekitar 1,5 triliun yen pada akhir tahun fiskal 19, tetapi menjadi nol pada akhir tahun fiskal 2020.

Baca juga: Di Jepang Ada 2.600 Perlintasan Kereta Api Berbahaya

Dana awalnya dialihkan dari sumber keuangan lain yang digunakan untuk tunjangan pengangguran, saldo cadangan sumber daya keuangan ini diperkirakan akan turun dari sekitar 4,5 triliun yen pada akhir tahun fiskal 2019 menjadi sekitar 400 miliar yen pada akhir tahun ini.

Pajak telah diinvestasikan sekitar 1,1 triliun yen untuk pembayaran pekerjaan.

Pembayaran pekerjaan bulanan masih sekitar 200 miliar yen.

Pemerintah telah memutuskan untuk mempertahankan beberapa langkah khusus untuk menghadapi bencana corona hingga Maret tahun depan.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved