Badai Tornado Sapu Kentucky, Hampir 100 Orang Dilaporkan Tewas, Biden Deklarasikan Keadaan Darurat

Pada Jumat malam (10/12/2021) dan Sabtu dini hari (11/12/2021), tornado melewati beberapa negara bagian AS, termasuk Kentucky, Illinois, dan Arkansas.

Scott Olson/Getty Images/AFP
MAYFIELD, KENTUCKY - 11 DESEMBER: Pemandangan udara dari rumah dan bisnis yang dihancurkan oleh tornado pada 11 Desember 2021 di Mayfield, Kentucky. Beberapa tornado mendarat di beberapa negara bagian barat tengah Jumat malam menyebabkan kerusakan luas dan menyebabkan sekitar 70-plus orang tewas. 

TRIBUNNEWS.COM - Pada Jumat malam (10/12/2021) dan Sabtu dini hari (11/12/2021), tornado melewati beberapa negara bagian Amerika Serikat (AS), termasuk Kentucky, Illinois, dan Arkansas.

Puluhan orang di Selatan dan Midwest diyakini tewas.

Dilansir NPR, Gubernur Kentucky Andy Beshear mengatakan, sedikitnya 70 orang di Kentucky kemungkinan tewas ketika cuaca buruk memporak-porandakan wilayah tersebut.

Baca juga: Tornado Menerjang Wuhan dan Shengze China, 12 Orang Tewas dan Lebih dari 300 Orang Terluka

Baca juga: Tornado Menerjang Alabama AS, Sedikitnya 5 Orang Meninggal Dunia

Mayfield, Kentucky
MAYFIELD, KENTUCKY - 11 DESEMBER: Pemandangan udara dari rumah dan bisnis yang dihancurkan oleh tornado pada 11 Desember 2021 di Mayfield, Kentucky. Beberapa tornado mendarat di beberapa negara bagian barat tengah Jumat malam menyebabkan kerusakan luas dan menyebabkan sekitar 70-plus orang tewas.

Beshear mengaku  khawatir jumlah korban tewas bisa saja meningkat menjadi lebih dari 100 jiwa.

Peringatan tornado dari National Weather Service berlanjut di wilayah itu Sabtu pagi.

"Peristiwa ini adalah peristiwa tornado terburuk, paling dahsyat, paling mematikan dalam sejarah Kentucky," kataBeshear, Sabtu sore.

"Kehancurannya tidak seperti apa pun yang saya lihat dalam hidup saya dan saya kesulitan mengungkapkannya dengan kata-kata," katanya setelah melihat kerusakan di beberapa area.

Baca juga: Staf Khusus Presiden: Ini Pesan Joe Biden untuk Anak Muda Dunia Terkait Demokrasi

Baca juga: Donald Trump Caci Maki Netanyahu, Merasa Dikhianati Gara-gara Selamati Joe Biden

Presiden AS Joe Biden menuju ke Air Force One sebelum berangkat dari Pangkalan Angkatan Udara Andrews di Maryland pada Selasa (16/11/2021). Biden mengeluarkan larangan bagi pejabat Nikaragua memasuki Amerika Serikat terkait pemilihan palsu
Presiden AS Joe Biden menuju ke Air Force One sebelum berangkat dari Pangkalan Angkatan Udara Andrews di Maryland pada Selasa (16/11/2021). Biden mengeluarkan larangan bagi pejabat Nikaragua memasuki Amerika Serikat terkait pemilihan palsu (AFP)

Beshear berbicara dengan Presiden Joe Biden melalui telepon pada Sabtu sore.

Biden menyetujui deklrasi keadaan darurat di negara bagian tersebut untuk mempermudah menyalurkan dana federal dan upaya bantuan.

Ia menyebut kerusakan yang diakibatkan badai tornadi di wilayah selatan Amerika "menghancurkan".

Biden juga berbicara dengan gubernur dari Arkansas, Missouri, Tennessee dan Illinois, negara bagian yang juga melihat kerusakan akibat tornado.

"Pemerintah federal akan melakukan segalanya, semua yang bisa dilakukan untuk membantu," kata Biden.

Baca juga: Geger Fenomena Alam Pusaran Awan Putih Mirip Tornado di Bogor, BMKG Imbau Warga Menjauh

Baca juga: 10 Tur Wisata Paling Ekstrem di Dunia, dari Menambang Dinamit hingga Berburu Tornado

Tornado Kentucky
MAYFIELD, KENTUCKY - 11 DESEMBER: Warga memulai proses penyelamatan barang-barang mereka setelah tornado melanda daerah itu pada malam sebelumnya pada 11 Desember 2021 di Mayfield, Kentucky. Beberapa tornado mendarat di beberapa negara bagian Midwest pada 11 Desember larut malam menyebabkan kehancuran yang meluas dan menyebabkan sekitar 70-plus orang tewas.

Badan Manajemen Darurat Federal telah mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan serta air dan persediaan, katanya, dan akan membantu menemukan tempat tinggal sementara bagi orang-orang.

Biden mengatakan siap mengumumkan keadaan darurat untuk negara bagian lain yang terkena dampak jika gubernur memintanya.

Ia berencana untuk mengunjungi Kentucky ketika kehadirannya tidak akan mengurangi upaya tanggap darurat.

Laporan di media sosial menunjukkan kerusakan parah akibat badai Jumat malam.

Sebuah kereta tergelincir dari angin, merusak banyak rumah.

Berita lain terkait dengan Cuaca Ekstrem

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved