Kaleidoskop 2021

Kaleidoskop 2021 Isu Luar Negeri: Kudeta Myanmar Sebabkan Ribuan Korban Jiwa

Dunia dihebohkan dengan aksi militer Myanmar yang mengkudeta atau merebut kekuasaan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021.

AFP
FOTO DOKUMENTASI: Pengunjuk rasa mengenakan jas hujan untuk melindungi diri dari meriam air polisi saat mereka berdemo menentang kudeta militer di Yangon, 9 Februari 2021. Duta Besar Myanmar untuk PBB memperingatkan badan dunia itu tentang laporan pembantaian oleh militer. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dunia dihebohkan dengan aksi militer Myanmar yang mengkudeta atau merebut kekuasaan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021.

Hingga akhirnya pecah perlawanan oleh masyarakat sipil yang memakan ribuan korban jiwa.

Isu ini akan dirangkum Tribunnews dalam Kaleidoskop 2021.

Kudeta Junta Myanmar

Pada 1 Februari, pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi ditangkap oleh militer Myanmar.

Tidak hanya Suu Kyi, militer Myanmar juga menangkap Presiden Win Myint dan beberapa pemimpin partai penguasa.

Militer Myanmar mengumumkan keadaan darurat dan menyatakan pengambilalihan kekuasaan oleh Panglima tertinggi militer Myanmar, Min Aung Hlaing.

Sebab partai Suu Kyi diduga oleh militer Myanmar telah melakukan kecurangan pada pemilihan tahun 2020 dengan hasil telak.

Partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi memenangkan 396 dari 476 kursi di parlemen.

Dalam file foto yang diambil pada 22 September 2012, anggota parlemen Myanmar Aung San Suu Kyi menghadiri sebuah acara di Perpustakaan Low Memorial di Universitas Columbia di New York.
Dalam file foto yang diambil pada 22 September 2012, anggota parlemen Myanmar Aung San Suu Kyi menghadiri sebuah acara di Perpustakaan Low Memorial di Universitas Columbia di New York. (Stan HONDA / AFP)

Perlawanan Masyarakat Sipil

Kudeta militer ini memicu perlawanan masyarakat sipil, dengan eskalasi yang terus meningkat setiap harinya di sejumlah wilayah Myanmar.

Puluhan ribu masyarakat lintas profesi turun ke jalan melakukan aksi protes menentang kudeta militer.

Satu di antara aksi dilakukan di Yangon, dimana ratusan masyarakat yang terdiri dari dosen dan mahasiswa melakukan protes di Yangon dengan menggunakan pita merah yang merupakan simbol partai NLD pada Jumat (5/2/2021) seperti yang dilaporkan BBC.

Mereka meneriakan dukungan pada pemimpin sipil Suu Kyi yang ditahan oleh junta militer.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved