Rabu, 3 Juni 2026

POPULER Internasional: Biden-Putin Bahas Ukraina via Telepon | CDC Minta Warga Tak Naik Kapal Pesiar

Berita populer Internasional, di antaranya Presiden AS Joe Biden dan Vladimir Putin melakukan pembicaraan lewat telepon, menyinggung masalah Ukraina.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Inza Maliana
Kolase Tribunnews
Berita populer Internasional, di antaranya Presiden AS Joe Biden dan Vladimir Putin melakukan pembicaraan lewat telepon, menyinggung masalah Ukraina. 

TRIBUNNEWS.COM - Rangkuman berita populer Tribunnews di kanal Internasional dapat disimak di sini.

Presiden AS Joe Biden dan Vladimir Putin melakukan pembicaraan lewat telepon, menyinggung masalah Ukraina.

Di Chicago, seorang wanita diisolasi di pesawat setelah terdeteksi positif Covid-19 selama penerbangan.

Kasus Covid-19 semakin bertambah, CDC AS minta warganya untuk tak naik kapal pesiar dulu.

Selengkapnya, berikut berita populer Internasional dalam 24 jam terakhir.

1. Bahas Ukraina via Telepon, Biden Tawarkan Pilihan kepada Putin: Deeskalasi atau Konsekuensi Serius

Presiden Joe Biden mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa Amerika Serikat dan sekutunya "akan merespons dengan tegas" jika Rusia terus mengambil tindakan untuk meningkatkan invasinya ke Ukraina.

Dilansir Independent, kedua pemimpin tersebut berbicara sekitar 50 menit pada Kamis (30/12/2021) sore lewat panggilan telepon atas permintaan Putin.

Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan, panggilan telepon itu tampaknya merupakan bagian dari serangkaian komunikasi yang dilakukan Putin untuk menandai akhir tahun.

Tetapi panggilan itu justru berupa "percakapan yang serius dan substantif" dan bukannya ucapan basa-basi akhir tahun.

Menurut pejabat itu, yang memberi pengarahan kepada wartawan tanpa ingin disebutkan namanya, Biden menawarkan rekannya pilihan tentang bagaimana rencananya ke depan.

Baca: Ketegangan Rusia-Ukraina Berlanjut, PM Inggris Boris Johnson Peringatkan Vladimir Putin

Baca: Ukraina Perintahkan Pelancong dari Negara yang Deteksi Omicron Lakukan Karantina Mandiri 14 Hari

Dalam gambar yang disediakan oleh Gedung Putih pada 30 Desember 2021, Presiden AS Joe Biden berbicara di telepon kepada mitranya dari Rusia Vladimir Putin tentang solusi diplomatik untuk meningkatkan ketegangan Rusia-Barat atas Ukraina, di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat.
Dalam gambar yang disediakan oleh Gedung Putih pada 30 Desember 2021, Presiden AS Joe Biden berbicara di telepon kepada mitranya dari Rusia Vladimir Putin tentang solusi diplomatik untuk meningkatkan ketegangan Rusia-Barat atas Ukraina, di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat. (WHITE HOUSE / AFP)

"Presiden Biden menetapkan dua jalur, dua aspek pendekatan AS yang akan sangat bergantung pada tindakan Rusia di periode mendatang," kata pejabat itu.

"Jalur pertama adalah jalur diplomasi, yang mengarah ke deeskalasi pada situasi di Ukraina."

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Kabur Tinggalkan Kabul, Ashraf Ghani Akui Tak Punya Pilihan Lain Saat Afghanistan Dikuasai Taliban

Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengaku tak punya pilihan selain tiba-tiba meninggalkan Kabul ketika Taliban mengambil alih.

Ghani membantah laporan mantan pejabat Afghanistan dan AS yang menyebut ada kesepakatan yang tengah dirundingkan untuk pengambilalihan secara damai.

Dalam wawancara dengan BBC yang disiarkan pada Kamis (30/12/2021), Ghani mengatakan bahwa seorang penasihat memberinya waktu hanya beberapa menit untuk memutuskan meninggalkan Ibu Kota Kabul.

Baca juga: Wanita Afghanistan di Kabul Tuntut Taliban Hormati Hak Perempuan dan Minta Hentikan Mesin Kriminal

Baca juga: Taliban Larang Wanita Afghanistan Berpergian Jauh Tanpa Ditemani Kerabat Pria

Ashraf Ghani muncul pertama kali Rabu (18/8/2021) sejak ia meninggalkan Kabul saat Taliban mengepung ibu kota Afghanistan. Dalam pernyataan virtualnya, Ghani menyangkal membawa lari uang negara seperti dituduhkan.
Ashraf Ghani muncul pertama kali Rabu (18/8/2021) sejak ia meninggalkan Kabul saat Taliban mengepung ibu kota Afghanistan. Dalam pernyataan virtualnya, Ghani menyangkal membawa lari uang negara seperti dituduhkan. (AFP/FACEBOOK)

Ia juga membantah tuduhan yang beredar luas bahwa dia meninggalkan Afghanistan dengan jutaan uang curian.

"Saya ingin dengan tegas menyatakan, saya tidak membawa uang ke luar negeri," katanya.

“Gaya hidup saya diketahui semua orang. Apa yang akan saya lakukan dengan uang?" ujarnya.

Dilansir Al Jazeera, kepergian Ghani yang mendadak dan terkesan dirahasiakan pada 15 Agustus 2021 membuat Afghanistan tak berdaya saat pasukan AS dan NATO berada di tahap akhir penarikan mereka.

"Pada pagi hari itu, saya tidak punya firasat bahwa sore hari saya akan pergi," tuturnya kepada radio BBC.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Wanita Chicago Diisolasi di Toilet Pesawat setelah Terdeteksi Positif Covid-19 di Tengah Penerbangan

Marisa Fotieo dinyatakan positif Covid-19 di tengah penerbangan dari Chicago ke Reykjavik.
Marisa Fotieo dinyatakan positif Covid-19 di tengah penerbangan dari Chicago ke Reykjavik. (CNN)

Seorang wanita bernama Marisa Fotieo dinyatakan positif Covid-19 di tengah penerbangan dari Chicago ke Reykjavik, Islandia pada 19 Desember 2021.

Saat itu Fotieo naik pesawat maskapai penerbangan Islandia, Icelandair, dalam perjalanan ke tujuan terakhirnya di Swiss bersama saudara laki-laki dan ayahnya.

Sebelum penerbangan, Fotieo mengatakan bahwa dia melakukan dua tes PCR dan lima rapid test, yang semuanya menunjukkan hasil negatif.

Namun sekitar satu setengah jam penerbangan, Fotieo mulai merasakan sakit tenggorokan, hingga kemudian dia memutuskan untuk melakukan tes Covid-19 lagi.

Hasil tes terakhir tersebut menunjukkan dia positif Covid-19.

Baca juga: POPULER Internasional: Media Pro-Demokrasi di Hong Kong Tutup | Wanita Diisolasi di Toilet Pesawat

Baca juga: Seorang Wanita Dikarantina Di Toilet Pesawat Gara-gara Hasil Tes Covid-19 Positif

"Roda mulai berputar di otak saya dan saya berpikir 'Oke, saya akan pergi tes saja.' Itu akan membuat saya merasa lebih baik. Segera, tes itu (hasilnya) menunjukkan positif," kata Fotieo kepada CNN.

Fotieo, yang telah divaksinasi lengkap dan telah menerima dosis booster, adalah seorang guru anak usia dini di Chicago.

Fotieo melakukan tes Covid-19 secara konsisten karena dia bekerja dengan populasi yang tidak divaksinasi.

Ketika dia mendapati hasil tes-nya di kamar mandi pesawat, di atas Samudra Atlantik, dia berkata bahwa dia mulai panik.

"Pramugari pertama yang saya temui adalah Rocky. Saya histeris, saya menangis," kata Fotieo.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Covid 'Mengamuk,' CDC Imbau Masyarakat Tak Bepergian Pakai Kapal Pesiar

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengimbau agar orang-orang menghindari bepergian pakai kapal pesiar, meski sudah divaksin.

Seruan ini disampaikan CDC ketika Amerika Serikat melihat kasus Covid-19 mencapai rekor tertinggi.

"Virus Covdc-19 mudah menyebar di antara orang-orang dalam jarak dekat di atas kapal."

"Kemungkinan tertular Covid di kapal pesiar sangat tinggi, meskipun Anda telah divaksin lengkap dan menerima dosis vaksin booster," ungkap CDC.

Baca juga: Studi CDC Menunjukkan Masa Inkubasi Varian Omicron Hanya 3 Hari

Baca juga: CDC AS: Angka Kasus Infeksi Omicron di AS Terlalu Berlebihan

Dalam file foto yang diambil pada 10 Juni 2021 Royal Caribbean's Odyssey of The Seas tiba di Port Everglades di Fort Lauderdale, Florida. Pihak berwenang AS pada hari Minggu (26/12/2021) sedang memantau puluhan kapal pesiar yang terkena kasus Covid-19, dengan beberapa dilaporkan ditolak berlabuh di Karibia.
Dalam file foto yang diambil pada 10 Juni 2021 Royal Caribbean's Odyssey of The Seas tiba di Port Everglades di Fort Lauderdale, Florida. Pihak berwenang AS pada hari Minggu (26/12/2021) sedang memantau puluhan kapal pesiar yang terkena kasus Covid-19, dengan beberapa dilaporkan ditolak berlabuh di Karibia. (GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Dilansir Al Jazeera, aturan baru ini memberikan pukulan lain bagi industri pelayaran.

Industri ini mulai kembali ke laut pada Juni 2021 kemarin, itu pun setelah pengangguhan pelayaran selama berbulan-bulan karena pandemi.

Sementara itu, Asosiasi Internasional Jalur Pesiar menyebut keputusan CDC sangat membingungkan.

Mereka mengatakan, infeksi di kapal pesiar "minoritas yang sangat tipis" dari total populasi di atas kapal.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved