Akhir Januari Ini Hanya 87 Siswa Internasional Boleh Masuk ke Jepang

Sampai dengan akhir Januari 2022 ini pemerintah Jepang telah memutuskan hanya menerima masuk 87 siswa internasional dapat memasuki Jepang dengan perla

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kementerian Pendidikan Jepang di Kasumigaseki Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Sampai dengan akhir Januari 2022 ini pemerintah Jepang telah memutuskan hanya menerima masuk 87 siswa internasional dapat memasuki Jepang dengan perlakuan khusus di tengah pandemi varian Omicron saat ini.

"Mengenai langkah-langkah untuk menangguhkan masuknya orang asing baru pada prinsipnya sebagai tindakan terhadap perbatasan saham Omicron, pemerintah telah secara luar biasa mulai dari akhir bulan ini untuk menerima 87 siswa internasional yang disponsori pemerintah yang membutuhkan kelas tatap muka dan mendekati batas waktu kelulusan atau penyelesaian diperkenankan memasuki Jepang," papar sumber Tribunnews.com pagi ini (17/1/2022).

Pemerintah Jepang telah menetapkan kebijakan penerimaan masuk siswa asing itu sesuai janji PM Jepang Fumio Kishida pula bahwa yang akan mempertimbangkan khusus masuk Jepang hanyalah siswa asing, tambahnya.

Mengenai tindakan perbatasan untuk varian Omicron, pemerintah akan menangguhkan masuknya orang asing baru dari semua visa (kecuali pemegang KTP Jepang), hingga akhir bulan depan (Februari 2022).

Kemudian secara fleksibel mempertimbangkan tindakan jika ada keadaan khusus seperti kepentingan kemanusiaan atau nasional.

Pemerintah secara luar biasa menyatakan bahwa di antara mahasiswa asing yang ingin masuk ke Jepang  87 mahasiswa internasional yang disponsori pemerintah (mendapatkan beasiswa Jepang) yang membutuhkan kelas tatap muka dan yang mendekati batas waktu kelulusan atau penyelesaian perlu dipertimbangkan dari sudut pandang kepentingan nasional.

"Mulai akhir bulan Januari ini, kami telah memutuskan untuk mengizinkan masuk."

Saat memasuki Jepang, mereka akan mengambil tindakan pencegahan epidemi yang ketat, seperti mengikuti prokes secara ketat  dan mengharuskan mereka menunggu dalam jangka waktu tertentu di fasilitas yang diawasi langsung oleh pemerintah Jepang.

Pemerintah telah mengatakan bahwa kali ini akan menjadi tindakan khusus yang memperhitungkan urgensi dan kepentingan publik, dan akan terus menjalankan tindakan perbatasan secara ketat, dan akan terus dengan hati-hati menentukan apakah entri baru yang luar biasa itu mungkin atau tidak sesuai dengan keadaan masing-masing.

"Kami memikirkan tindakan khusus itu dengan sangat hati-hati dan akan memonitor serta menganalisa lebih lanjut nantinya."

Dari pemerintah Jepang seperti biasa juga memberikan beasiswa bagi siswa asing. Informasi beasiswa Jepang dapat ditanyakan ke: info@sekolah.biz dengan subyek: Beasiswa Jepang

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved