Virus Corona
Kabar Seputar Covid-19 di Seluruh Dunia: Prancis Longgarkan Pembatasan, Tonga Lockdown
Dari Tonga yang sudah dimasuki Covid-19, hingga Prancis yang melonggarkan sejumlah pembatasan, berikut berita terbaru seputar virus corona di dunia.
Para pekerja itu membantu mendistribusikan bantuan internasional akibat letusan gunung berapi dan tsunami yang menghancurkan negara Pasifik itu bulan lalu.
Kasus-kasus tersebut tampaknya menegaskan kekhawatiran di antara para pejabat Tonga bahwa kedatangan bantuan dapat juga membawa wabah virus.
Perdana menteri Siaosi Sovaleni mengatakan lockdown dimulai pada jam 6 sore pada hari Rabu, dan akan berlangsung setidaknya selama 48 jam.
Situasi akan ditinjau kembali setelah itu.
Sementara itu, Tonga masih belum pulih dari letusan gunung berapi bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha'apai pada 15 Januari lalu.
Letusan memicu gempa dan tsunami dengan gelombang mencapai 15 meter, serta menyelimuti negara itu dengan abu.
Angka Rawat Inap di Australia Turun
Tingkat rawat inap Covid-19 di Australia turun ke level terendah dalam hampir tiga minggu pada hari Rabu, Reuters melaporkan.
Sementara itu, tingkat infeksi harian yang stabil meningkatkan harapan wabah terburuk yang dipicu oleh varian Omicron mungkin telah berlalu.
Orang yang dirawat di rumah sakit turun menjadi sekitar 4.600 pada hari Rabu.
Semua negara bagian juga mencatat penurunan dalam jumlah penerimaan, setelah mengalami puncaknya hampir 5.400 seminggu yang lalu.
"Kami telah melihat puncak Omicron, saya pikir, melewati New South Wales dan Victoria," ujar Perdana Menteri Scott Morrison, yang berada di bawah tekanan atas penanganannya terhadap gelombang Omicron, pada konferensi pers.
Covid-19 di Olimpiade Beijing
11 personel Olimpiade Beijing telah dirawat di rumah sakit sejak 23 Januari, dari total 232 kasus positif, lapor Brian McCloskey, ketua panel ahli medis Beijing 2022, pada hari Rabu.
Tak satu pun dari individu yang dirawat di rumah sakit berada dalam kondisi serius.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pemerintah-gagal-cegah-covid-19-guru-di-prancis-mogok-kerja_20220114_072455.jpg)