Krisis Myanmar

Aung San Suu Kyi Hadapi Dakwaan Baru, Dituduh Terima Uang 550 Ribu Dolar AS

Pemimpin Junta Myanmar mengajukan tuduhan korupsi ke-11 terhadap Aung San Suu Kyi, Kamis (3/2/2022). 

STR / AFP
Foto ini diambil pada 17 Juli 2019, memperlihatkan Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menghadiri upacara pembukaan Pusat Inovasi Yangon di Yangon. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin Junta Myanmar mengajukan tuduhan korupsi ke-11 terhadap Aung San Suu Kyi.

Ini merupakan dakwaan terbaru terhadap peraih Nobel tersebut.

Melansir Al Jazeera, kasus barus diumumkan pada Kamis (3/2/2022). 

Tim informasi militer menjelaskan, Aung San Suu Kyi diduga menerima 550.000 dolar AS sebagai sumbangan untuk yayasan amal yang dinamai berdasarkan nama sang ibu.

Baca juga: Militer Myanmar Ajukan Tuduhan Korupsi Kesebelas Terhadap Aung San Suu Kyi

Baca juga: Kiprah Perempuan Myanmar di Barisan Depan Perang Melawan Junta

Foto ini diambil pada 17 Juli 2019, memperlihatkan Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menghadiri upacara pembukaan Pusat Inovasi Yangon di Yangon.
Foto ini diambil pada 17 Juli 2019, memperlihatkan Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menghadiri upacara pembukaan Pusat Inovasi Yangon di Yangon. (STR / AFP)

Pernyataan itu tidak memberikan rincian tentang kapan proses pengadilan akan dimulai.

Aung San Suu Kyi (76) ditahan sejak kudeta 1 Februari 2021 yang memicu protes massal dan tindakan keras berdarah.

Lebih dari 1.500 warga sipil tewas, menurut kelompok pemantau lokal.

Dia telah dijatuhi hukuman enam tahun penjara karena hasutan terhadap militer, melanggar aturan Covid-19, dan melanggar undang-undang telekomunikasi.

Pada minggu ini, pemerintah militer mengumumkan Aung San Suu Kyi akan menghadapi persidangan mulai pertengahan Februari atas tuduhan mempengaruhi komisi pemilihan Myanmar selama jajak pendapat 2020.

Hal ini membuat partai Aung San Suu Kyi mengalahkan saingannya yang bersekutu dengan militer.

Baca juga: Berita Foto : Setahun Kudeta Militer, Rakyat Myanmar Lakukan Serangan Diam

Baca juga: Satu Tahun Kudeta Myanmar, Dunia Disebut Tak Melakukan Apa-apa Selain Duduk dan Menonton

Berubah jadi abu

Perlawanan terhadap kudeta sejak tahun lalu telah memicu lebih banyak kekerasan dari militer .

Pada Kamis (3/2/2022), militer Myanmar meluncurkan serangan baru terhadap penduduk sipil di wilayah barat laut Sagaing.

Pasukan militer diduga membakar hampir 400 rumah dan memaksa ribuan penduduk mengungsi.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved