Lebih dari 117.000 Tenaga Kerja di Jepang Meninggal atau Terluka akibat Kecelakaan Kerja

117.875 orang tewas dalam kecelakaan industri atau cedera selama lebih dari 4 hari cuti tahun lalu, tidak termasuk yang terkena infeksi virus corona.

Editor: Dewi Agustina
Richard Susilo
Gedung Kementerian Tenaga Kerja Jepang di Kasumigaseki Tokyo Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Lebih dari 117.000 orang meninggal dunia atau terluka dalam kecelakaan industri (kecelakaan kerja) sepanjang tahun 2021 di Jepang. Jumlah ini meningkat sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ada kemungkinan jumlah pekerjaan per orang bertambah dan angka kecelakaan industri meningkat, seperti jumlah orang yang tidak bisa bekerja karena pengaruh pandemi Covid-19," ungkap Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang, Selasa (15/2/2022).

Menurut angka awal yang dikumpulkan oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, 117.875 orang tewas dalam kecelakaan industri atau cedera selama lebih dari 4 hari cuti tahun lalu, tidak termasuk yang terkena infeksi virus corona.

Jumlahnya 7.081 orang atau meningkat 6,4 persen dari tahun sebelumnya (2020).

Berdasarkan industri, jumlah "industri jasa" seperti ritel dan kesejahteraan tertinggi sebesar 57.899, meningkat 9 persen dari tahun sebelumnya.

Baca juga: ZipangCoin, Inovasi Perusahaan Jepang Buat Harga Kripto Terikat dengan Harga Emas

Dan jumlah "manufaktur" sebanyak 24.202 atau meningkat 5,4 persen dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan situasi dan penyebabnya, "jatuh" adalah 9,5% dari tahun sebelumnya, dan "reaksi/gerakan tidak wajar" seperti sakit punggung adalah 9,3% dari tahun sebelumnya, keduanya meningkat secara signifikan.

Pada tahun lalu, 723 orang meninggal dalam kecelakaan industri, dan jumlah "industri konstruksi" adalah 269, meningkat 12,6 persen dari tahun sebelumnya.

"Ada kemungkinan jumlah pekerjaan per orang meningkat dan jumlah kecelakaan industri meningkat sebagai akibat dari serangkaian orang yang tidak dapat pergi bekerja karena pengaruh corona baru dan sejumlah kecil orang yang bekerja untuk mencegah infeksi. Kami ingin menyerukan tindakan pencegahan kepada semua pekerja di Jepang," kata Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang.

Sementara bagi yang ingin konsultasi kerja di Jepang ditangani oleh tim profesional dan dimonitor aparat petugas Jepang serta Indonesia dapat mengikutinya di https://www.facebook.com/groups/kerjadijepang/ atau kirimkan email ke: kerja@jepang.com untuk posting lowongan kerja Gratis.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved