Konflik Rusia Vs Ukraina

Konflik Rusia-Ukraina, PBB: Laporan Kematian Tertunda, Jumlah Korban Sebenarnya Jauh Lebih Tinggi

Konflik Rusia-Ukraina, PBB: Laporan kematian tertunda, jumlah korban sebenarnya jauh lebih tinggi. Rusia melaporkan 498 tentara tewas selama invasi.

Editor: Miftah
AFP/-
Gambar selebaran yang dirilis di halaman Facebook Kementerian Dalam Negeri Ukraina pada 1 Maret 2022 menunjukkan asap setelah serangan rudal yang menargetkan pusat televisi ibukota Ukraina di Kyiv. (Photo by UKRAINIAN INTERIOR MINISTRY PRESS SERVICES / AFP) - Konflik Rusia-Ukraina, PBB: Laporan kematian tertunda, jumlah korban sebenarnya jauh lebih tinggi. Rusia melaporkan 498 tentara tewas selama invasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Rusia telah meningkatkan serangan di kota-kota utama Ukraina.

Serangan semakin diperluas ketika Presiden Zelensky meminta lebih banyak bantuan internasional.

Sedangkan pembicaraan putaran kedua antara Ukraina dan Rusia akan berlangsung.

Pengadilan Kriminal Internasional mengatakan akan memulai penyelidikan aktif setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Diperkirakan satu juta pengungsi telah meninggalkan Ukraina hanya dalam seminggu, menurut PBB.

Hingga kini tidak jelas berapa banyak warga sipil Ukraina yang terbunuh, dikutip dari CNN.com.

Baca juga: Dibayangi Konflik Rusia-Ukraina, Rupiah Diprediksi Tertekan Pada Jumat

Jumlah Kematian di Pihak Rusia dan Ukraina

Personel darurat mengevakuasi korban keluar dari balai kota Kharkiv yang rusak pada 1 Maret 2022, hancur akibat penembakan pasukan Rusia. - Alun-alun pusat kota kedua Ukraina, Kharkiv, ditembaki oleh pasukan Rusia yang menyerang gedung pemerintah setempat, kata gubernur regional Oleg Sinegubov. Kharkiv, kota yang sebagian besar berbahasa Rusia di dekat perbatasan Rusia, memiliki populasi sekitar 1,4 juta.
 (Photo by Sergey BOBOK / AFP)
Personel darurat mengevakuasi korban keluar dari balai kota Kharkiv yang rusak pada 1 Maret 2022, hancur akibat penembakan pasukan Rusia. - Alun-alun pusat kota kedua Ukraina, Kharkiv, ditembaki oleh pasukan Rusia yang menyerang gedung pemerintah setempat, kata gubernur regional Oleg Sinegubov. Kharkiv, kota yang sebagian besar berbahasa Rusia di dekat perbatasan Rusia, memiliki populasi sekitar 1,4 juta. (Photo by Sergey BOBOK / AFP) (AFP/SERGEY BOBOK)

Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengatakan telah mengkonfirmasi kematian 227 warga sipil dan 525 luka-luka selama konflik pada tengah malam pada 1 Maret.

Sebagian besar korban disebabkan oleh "penggunaan senjata peledak dengan area dampak luas".

PBB memperingatkan jumlah korban sebenarnya akan jauh lebih tinggi karena penundaan pelaporan.

Sedangkan Kementerian pertahanan Rusia mengatakan 498 tentara Rusia tewas dan 1.597 lainnya terluka sejak dimulainya invasi.

Dikutip dari Reuters, hal ini pertama kali Moskow menyebutkan jumlah korbannya.

Dikatakan lebih dari 2.870 tentara Ukraina dan "nasionalis" telah tewas, kantor berita Interfax melaporkan.

Ukraina mengatakan lebih dari 7.000 tentara Rusia telah tewas sejauh ini dan ratusan ditawan.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved