Konflik Rusia Vs Ukraina

Bilang Ingin Vladimir Putin Dibunuh, Senator AS Ini Dikecam Dubes Rusia hingga Gedung Putih

Senator AS dari Partai Republik, Lindsey Graham banjir kecaman setelah meminta seseorang di lingkaran dalam Presiden Vladimir Putin untuk membunuhnya.

AFP
Poster Presiden Rusia Vladimir Putin dijadikan latihan sasaran di sepanjang parit di garis depan dengan separatis yang didukung Rusia di dekat desa Zolote, di wilayah Lugansk, pada Jumat (21/1/2022). Inggris menuduh Moskow mendekati mantan politisi dan akan menempatkan pemimpin pro-Rusia di Ukraina. 

"Tentu saja, akhir-akhir ini tidak semua orang berhasil mempertahankan pikiran yang sadar, saya bahkan akan mengatakan pikiran yang sehat," katanya, menyerukan persatuan nasional dari Rusia.

Publik bereaksi serupa dengan sejumlah pejabat tinggi tersebut.

Dilaporkan Newsweek, di Twitternya sejumlah orang meminta Graham untuk mengundurkan diri atas pernyataan itu.

Saat invasi Rusia ke Ukraina berlanjut, sejumlah tokoh konservatif AS yang sebelumnya memuji Vladimir Putin dihadapkan pada situasi yang rumit.

Senator AS Lindsey Graham, RS.C., berbicara pada rapat umum kampanye pada hari Sabtu, 31 Oktober 2020, di Conway, SC
Senator AS Lindsey Graham, RS.C., berbicara pada rapat umum kampanye pada hari Sabtu, 31 Oktober 2020, di Conway, SC (Associated Press)

Baca juga: Beda dengan Biden, Donald Trump Justru Puji Langkah Putin Akui Kemerdekaan Donetsk dan Luhansk

Baca juga: PROFIL Andrei Sukhovetsky, Jenderal Top Rusia yang Tewas Ditembak Sniper Ukraina

Selama bertahun-tahun, Putin menikmati dukungan dari koalisi pejabat Republik terpilih, pemimpin Kristen konservatif, dan pembawa acara televisi sayap kanan, yang pujiannya berkisar dari kecerdasannya hingga posisi garis kerasnya terhadap ide-ide budaya progresif.

Sebelum invasi, mantan Presiden AS Donald Trump bahkan sempat memuji langkah Putin mengakui dua wilayah separatis Ukraina sebagai cerdas.

Tetapi Trump mengubah nadanya setelah invasi, mengambil sikap yang lebih keras terhadap tindakan Putin.

"Serangan Rusia ke Ukraina sangat mengerikan," katanya dalam pidato di Konferensi Aksi Politik Konservatif pada 26 Februari.

"Kami berdoa untuk orang-orang yang bangga di Ukraina. Tuhan memberkati mereka semua," ujar Trump.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved