Konflik Rusia Vs Ukraina

Singapura Umumkan Sanksi Terhadap Rusia: Larangan Ekspor hingga Bekukan Empat Bank

Singapura akan beri sanksi dan pembatasan terhadap Rusia, sebagai tanggapan atas invasi ke Ukraina. Larangan ekspor hingga pembekuan empat bank.

AFP/SERGEI SUPINSKY
Anggota layanan Ukraina terlihat di lokasi pertempuran dengan kelompok penyerang Rusia di ibukota Ukraina, Kyiv, pada pagi hari 26 Februari 2022, menurut personel layanan Ukraina di tempat kejadian. - Singapura umumkan sanksi terhadap Rusia sebagai tanggapan atas invasi ke Ukraina. 

TRIBUNNEWS.COM - Singapura akan memberlakukan sanksi keuangan terhadap Rusia.

Hal ini sebagai buntut dari serangan Rusia ke Ukraina.

Sanksi Singapura menargetkan bank, entitas, dan kegiatan Rusia.

Singapura akan melarang kegiatan penggalangan dana yang menguntungkan pemerintah Rusia, kata Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) pada Sabtu (5/3/2022).

Dikutip dari CNA, Pemerintah Singapura juga akan memberlakukan kontrol ekspor pada barang-barang yang dapat langsung digunakan sebagai senjata untuk melukai atau menaklukkan Ukraina, serta barang-barang yang dapat berkontribusi pada operasi siber ofensif.

Sanksi dan pembatasan terhadap Rusia datang sebagai tanggapan atas invasi ke Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari.

Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri, Vivian Balakrishnan mengatakan, Singapura akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia bersama dengan negara-negara lain yang mengecam serangan Rusia di Ukraina.

Pada Sabtu, MFA mengatakan bahwa invasi ke Ukraina bertentangan dengan Piagam PBB dan merupakan pelanggaran yang jelas dan berat terhadap hukum internasional.

Baca juga: 8 Nama Elite Rusia yang Dikenai Sanksi, Ada Juru Bicara hingga Sekutu Dekat Putin

“Sementara kami terus menghargai hubungan baik dengan Rusia dan rakyat Rusia, kami tidak dapat menerima pelanggaran pemerintah Rusia terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara berdaulat lainnya,” kata kementerian tersebut.

“Untuk negara kecil seperti Singapura, ini bukan prinsip teoretis, tapi preseden berbahaya."

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved