Remaja Palestina 19 Tahun Tewas Ditembak, Diduga Tikam Pasukan Israel

Pasukan Israel menembak mati seorang remaja Palestina, pada Minggu (6/3/2022), diduga remaja tersebut menikam dua petugas di Kota Tua.

Foto oleh collard philippe di Unsplash
Masjid Al Aqsa di Palestina. Insiden penyerangan terjadi di Bab Hutta, salah satu gerbang ke kompleks Masjid Al-Aqsa sekitar pukul 04:30 waktu setempat (02:30 GMT) pada Minggu (6/3/2022). 

TRIBUNNEWS.COM - Pasukan Israel menembak mati seorang remaja Palestina pada Minggu (6/3/2022).

Diduga remaja tersebut menikam dua petugas di Kota Tua, Yerusalem Timur yang diduduki.

Dilansir Al Jazeera, insiden penyerangan terjadi di Bab Hutta, salah satu gerbang ke kompleks Masjid Al Aqsa sekitar pukul 04:30 waktu setempat.

Pemuda itu diidentifikasi oleh kantor berita resmi Palestina Wafa sebagai Kareem Jamal al-Qawasmi yang berusia 19 tahun.

Baca juga: UPDATE: PM Israel Temui Putin dan Zelenskyy, Trump Memihak Rusia, 1,3 Juta Orang Ukraina Mengungsi

Baca juga: Zelenskyy: Rusia Segera Kuasai Pembangkit Nuklir Ke-3, Israel Diminta Jadi Penengah

Bendera Israel berkibar di dekat Masjid Kubah Batu Al Aqsa pada 5 Desember 2017.
Bendera Israel berkibar di dekat Masjid Kubah Batu Al Aqsa pada 5 Desember 2017. (AFP/Thomas Coex)

Dia dinyatakan meninggal oleh petugas medis yang datang di tempat kejadian tak lama setelah itu.

Polisi Israel mengatakan kedua petugas itu terluka ringan dalam dugaan penusukan.

Sebuah video yang beredar online menunjukkan pemuda tergeletak di tanah setelah ditembak, sebelum seorang petugas Israel menginjaknya.

Keaslian video tidak dapat diverifikasi secara independen.

Baca juga: Saat Rusia Invasi Ukraina, Israel Juga Tak Kalah Brutalnya Menyerang Warga Palestina

Baca juga: UPDATE Konflik Rusia-Ukraina: Israel Usul Solusi Diplomatik, 874 Ribu Orang Mengungsi, Sikap China

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett berbicara pada rapat kabinet mingguan di Yerusalem, (8/8/2021). (RONEN ZVULUN/ POOL/AFP)
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett berbicara pada rapat kabinet mingguan di Yerusalem, (8/8/2021). (RONEN ZVULUN/ POOL/AFP) (AFP/RONEN ZVULUN)

Pasukan Israel menutup semua pintu masuk ke kompleks Masjid Al Aqsa setelah insiden itu.

Pemuda tersebut diketahui sebagai penduduk lingkungan al-Tur (Gunung Zaitun) di Yerusalem Timur.

Pasukan Israel menyerbu al-Tur beberapa jam setelah pembunuhan dan menangkap saudara laki-laki dan ibunya, menurut Wafa.

Baca juga: Putin Bisa Akhiri Perang Rusia Ukraina, Tapi?

Israel menduduki dan mencaplok bagian timur Yerusalem pada 1967, bertentangan dengan hukum internasional.

Sebagian besar negara menganggap Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan dan tidak mengakui kedaulatan Israel atau pemukiman ilegal di sana.

Otoritas Palestina mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina masa depan di wilayah pendudukan 1967, termasuk Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pada 1 Maret, Al Jazeera melaporkan, tentara Israel menembak mati tiga warga Palestina dalam dua insiden terpisah di Tepi Barat yang diduduki.

Pada hari yang sama, pasukan Israel dengan keras menekan perayaan Palestina untuk hari raya Isra dan Mi'raj di Gerbang Damaskus ke Kota Tua.

Setidaknya 30 warga Palestina, termasuk beberapa anak-anak, terluka dengan granat kejut dan peluru baja berlapis karet dan serangan fisik, sementara 20 lainnya ditangkap.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved