Konflik Rusia Vs Ukraina

Vladimir Putin Dukung Pejuang Sukarela untuk Rusia, 16 Ribu Sukarelawan Siap Berangkat ke Ukraina

Vladimir Putin dukung pejuang sukarela untuk Rusia, 16 ribu sukarelawan siap berangkat ke Ukraina untuk berperang bersama pasukan di Donbas.

PAU168.COM
Presiden Rusia Vladimir Putin. Putin mendukung pejuang sukarela untuk Rusia, 16 ribu sukarelawan siap berangkat ke Ukraina untuk berperang bersama pasukan di Donbas. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Vladimir Putin mengatakan pada Jumat (11/3/2022), Rusia harus menyambut pejuang sukarela dalam serangan ke Ukraina.

Putin mengatakan pada dewan keamanan Rusia, dia juga mendukung pemberian senjata kepada pejuang separatis yang didukung Rusia di wilayah Donbas timur.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengatakan dalam pertemuan itu ada 16 ribu sukarelawan di Timur Tengah yang siap berangkat ke Ukraina untuk berperang bersama pasukan di Donbas.

Sementara itu, kematian warga sipil Ukraina lebih tinggi dari kerugian militer, kata Menteri Pertahanan Ukraina.

Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov, mengatakan pasukan Rusia telah membunuh lebih banyak warga sipil Ukraina daripada tentara.

“Saya ingin ini didengar tidak hanya di Kyiv tetapi di seluruh dunia,” kata Oleksii Reznikov.

Namun, dia tidak memberikan angka kematian.

Klaim Reznikov itu tidak dapat secara independen diverifikasi oleh wartawan Al Jazeera, begitu juga jumlah kerugian di pihak Rusia.

Baca juga: Menhan Ukraina: Pasukan Rusia Lebih Banyak Bunuh Warga Sipil Dibanding Tentara

Putin Dukung Pejuang Sukarela untuk Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato di Kremlin di Moskow pada 21 Februari 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato di Kremlin di Moskow pada 21 Februari 2022. (Alexey NIKOLSKY / Sputnik / AFP)

Putin juga mengatakan kepada Menteri Pertahanan Rusia, jika ada orang yang ingin secara sukarela  membantu separatis di Donbas timur, maka mereka perlu dipindahkan ke zona pertempuran.

Ia mendukung rencana untuk mengizinkan sukarelawan bertempur di Ukraina, di mana dia sebelumnya telah mengirim ribuan tentara Rusia dalam "operasi militer khusus".

"Jika Anda melihat ada orang yang secara sukarela ingin (membantu separatis di Donbas timur), maka Anda perlu menemui mereka di tengah jalan dan membantu mereka bergerak ke zona pertempuran," kata Putin kepada Menteri Pertahanan, Sergei Shoigu, selama pertemuan dewan keamanan yang disiarkan televisi, yang dikutip oleh NDTV.

Shoigu juga mengusulkan untuk menyerahkan sistem anti-tank buatan Amerika seperti Javelin dan Stinger kepada para pejuang dari daerah pemberontak Luhansk dan Donetsk, seperti yang dilaporkan India Times.

Baca juga: Vladimir Putin Larang Ekspor 200 Produk Rusia hingga 31 Desember 2022, Ini Daftarnya

Ukraina Upayakan 5 Jalur Koridor Kemanusiaan

Pengungsi Romani dari Ukraina beristirahat di tempat penampungan sementara di stasiun kereta api utama Krakow pada 6 Maret 2022, saat mereka menunggu untuk dipindahkan ke akomodasi sementara lainnya di Polandia atau di luar negeri. - Jumlah orang yang melarikan diri dari invasi Rusia ke Ukraina telah mencapai 1,5 juta, menjadikannya
Pengungsi Romani dari Ukraina beristirahat di tempat penampungan sementara di stasiun kereta api utama Krakow pada 6 Maret 2022, saat mereka menunggu untuk dipindahkan ke akomodasi sementara lainnya di Polandia atau di luar negeri. - Jumlah orang yang melarikan diri dari invasi Rusia ke Ukraina telah mencapai 1,5 juta, menjadikannya "krisis pengungsi dengan pertumbuhan tercepat" di Eropa sejak Perang Dunia II, kata PBB pada 6 Maret 2022. "Lebih dari 1,5 juta pengungsi dari Ukraina telah menyeberang ke negara tetangga dalam 10 hari - krisis pengungsi yang tumbuh paling cepat di Eropa sejak Perang Dunia II," katanya dalam sebuah pernyataan di Twitter. (Photo by Louisa GOULIAMAKI / AFP) (AFP/LOUISA GOULIAMAKI)
Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved