Konflik Rusia Vs Ukraina

PM Jepang Fumio Kishida Menekankan Perlunya PBB Direformasi

Dewan Keamanan PBB belum mengambil tanggapan konsensus, seperti penolakan resolusi kecaman karena veto Rusia.

Editor: Dewi Agustina
Foto Sankei
PM Jepang Fumio Kishida saat rapat di parlemen Jepang, Kamis (24/2/2022) membicarakan soal perang Rusia - Ukraina. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menekankan agar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) perlu direformasi lebih lanjut.

Hal ini diungkapkannya sehubungan dengan invasi Rusia ke Ukraina.

"Kemarahan Rusia, anggota tetap Dewan Keamanan PBB, menunjukkan perlunya kerangka kerja baru untuk tatanan internasional, dan itu perlunya untuk bekerja pada reformasi PBB saat ini. Saya menunjukkan ide ini sebagai jawaban untuk Shigeharu Aoyama dari Partai Demokrat Liberal," ungkap PM Jepang Fumio Kishida dalam sidang anggaran di majelis tinggi parlemen Jepang, Senin (14/3/2022).

Dewan Keamanan PBB belum mengambil tanggapan konsensus, seperti penolakan resolusi kecaman karena veto Rusia.

Kishida menekankan lebih lanjut, "Pelaksanaan hak veto oleh anggota tetap harus ditahan sebanyak mungkin."

Bekerja sama dengan Prancis, yang positif tentang reformasi PBB, PM Kishida mengatakan, "Saya ingin melanjutkan upaya untuk reformasi Dewan Keamanan dan reformasi PBB."

Baca juga: Rusia Tembakkan 30 Rudal ke Perbatasan Polandia Setelah Ancam Serang Pengiriman Senjata ke Ukraina

Di sisi lain, Perdana Menteri menyatakan keprihatinan bahwa "di sekitar Jepang, kekuatan militer yang kuat terkonsentrasi dalam hal massa, semakin diperkuat, dan aktivasi kegiatan militer luar biasa."

Komentar PM Kishida lebih tertuju kepada negara tetangga Jepang seperti Korea Utara dan China yang semakin aktif melakukan kegiatan militer mereka saat ini baik di laut maupun latihan peluncuran rudal antar benua oleh Korut belakangan ini.

Terkait revisi strategi keamanan nasional yang menunjukkan kebijakan dasar diplomasi dan keamanan, dia mengatakan akan membahas penguatan deterrence and coping power aliansi Jepang-AS, termasuk perpanjangan deterrence dari Amerika Serikat.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved