Peringatan Pengetatan Listrik Jepang Telah Dibatalkan Pagi Tadi

akibat gempa pada tanggal 16 bulan ini, beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi telah dimatikan, dan pemerintah maupun TEPCO telah menyerukan

Foto NHK
Peringatan penggunaan listrik yang sudah sangat ketat mencapai 93% dari pembangkit listrik Tokyo (Tepco) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sejak gempa bumi besar 16 Maret 2022 dengan magnitudo 7,4 di Fukushima dan Miyagi Jepang, listrik pun sempat mati padam sejenak, pasokan listrik di Jepang khususnya oleh Tepco agak ketat.

Apalagi dengan cuaca yang mendadak semakin dingin kembali. Namun Rabu ini (23/3/2022) jam 11:00 waktu Jepang, peringatan pengetatan listrik itu sudah dibatalkan pemerintah dan Tepco.

"Pemerintah telah mengumumkan pagi ini jam 11:00 waktu Jepang bahwa mencabut "peringatan ketat pasokan dan permintaan listrik" yang dikeluarkan dalam yurisdiksi TEPCO," ungkap sumber Tepco Rabu ini (23/3/2022).

Dikatakan bahwa sudah mungkin untuk menyediakan pasokan yang stabil karena permintaan tenaga listrik ditekan oleh seruan untuk penghematan daya.

Sementara itu, akibat gempa pada tanggal 16 bulan ini, beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi telah dimatikan, dan pemerintah maupun TEPCO telah menyerukan efisiensi penggunaan listrik.

Beberapa hari lalu, pemerintah Jepang mengimbau rumah tangga dan dunia usaha untuk menghemat listrik dengan melanjutkan "Peringatan Ketat Pasokan dan Permintaan Listrik" karena situasi pasokan dan permintaan listrik pada tanggal 23 tidak dapat diprediksi.

Di sisi lain, peringatan ketat ke yurisdiksi Tohoku Electric Power dibatalkan pada tanggal 22 Maret larut malam.

Akibat dampak gempa pada tanggal 16 bulan ini, beberapa pembangkit listrik yang mengirimkan listrik ke Tokyo Electric Power Company dan Tohoku Electric Power Company telah dimatikan, dan kapasitas pasokannya menurun.

Selain itu, pada tanggal 22 Maret, pemerintah mengatakan bahwa pasokan dan permintaan listrik akan ketat karena penurunan suhu akibat pengaruh tekanan rendah dan peningkatan permintaan pemanas, yang dapat menyebabkan pemadaman listrik skala besar.

"Kami mengeluarkan "peringatan ketat pasokan dan permintaan listrik" dan menyerukan kerjasama dalam penghematan listrik." TEPCO menjelaskan bahwa pemerintah "dapat menghindari pemadaman listrik tadi malam" karena fleksibilitas dari perusahaan tenaga listrik lain dan kerjasama rumah tangga dan perusahaan untuk menghemat listrik.

Namun, di wilayah hukum TEPCO, suhu diperkirakan akan rendah pada pagi hari tanggal 23 Maret, dan ada kemungkinan pasokan dan permintaan listrik akan ketat kembali.

Pemerintah terus mengeluarkan "peringatan ketat" dan menyerukan kepada rumah tangga dan bisnis untuk menghemat listrik, dengan mengatakan bahwa situasinya tidak dapat diprediksi.

Di sisi lain, mengenai yurisdiksi Tohoku Electric Power, dibatalkan setelah pukul 23:00 pada tanggal 22 Maret karena diharapkan kapasitas pasokan yang cukup dapat diamankan pada tanggal 22 Maret kemarin.

Pemerintah akan terus menyerukan efisiensi penggunaan listrik.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved