Sabtu, 25 April 2026
Deutsche Welle

Paus Fransiskus Suarakan Perdamaian Dunia di Hari Paskah

Keceriaan Paskah meredup oleh “penderitaan” akibat konflik yang berkecamuk di penjuru Bumi. Di Hari Kebangkitan, Paus Fransiskus…

Paus Fransiskus Suarakan Perdamaian Dunia di Hari Paskah

Di atas balkon utama Basilika Santo Petrus di Vatikan, Roma, Italia, Paus Fransiskus berkhotbah memohonkan damai atas berbagai konflik yang berkecamuk, terutama perang "tak berguna” di Ukraina.

Pidatonya disampaikan usai Misa Paskah, Minggu (17/04), yang untuk pertamakalinya digelar secara terbuka sejak pandemi Covid-19. "Saya mohon, agar kita tidak menormalisasi perang,” kata Sri Paus.

"Mari kita berkomitmen mewujudkan damai, dari balkon-balkon rumah, dari jalan-jalan kota,” imbuhnya. "Semoga para pemimpin bangsa-bangsa mau mendengar permohonan rakyatnya untuk perdamaian.”

Sri Paus tidak mengritik Rusia secara langsung. Namun dia mengutip manifesto damai oleh fisikawan Yahudi, Albert Einstein, dan filsuf Inggris, Bertrand Russel, yang meramal kiamat nuklir di awal Perang Dingin pada 1955. "Haruskah kita punah sebagai umat manusia atau sebaliknya mengakhiri perang?”

Dia juga menyempatkan untuk mengalihkan perhatian dunia kepada perang di belahan Bumi lain. "Semoga konflik di Eropa membuat kita cemas terhadap konflik, penderitaan dan kepedihan lain di seluruh dunia. Situasi yang tidak bisa kita biarkan atau ingin lupakan,” ujarnya.

Rekonsiliasi dan perdamaian dunia

Dua hari setelah bentrokan antara warga Palestina dan kepolisian Israel di Yerusalem, Sri Paus mengulangi imbauan damai, terutama menyambut hari-hari besar Samawi yang tahun ini berdekatan.

"Bangsa Israel, Palestina dan semua penduduk Kota Suci, bersama para peziarah, agar bisa menikmati keindahan perdamaian, persaudaraan dan akses terhadap situs suci, umat beragama."

Dia juga mendoakan damai dan rekonsiliasi bagi warga Lebanon, Suriah, Irak dan Libya. Fransiskus terutama mengingatkan dunia terhadap Yaman, "yang menderita di bawah konflik yang dilupakan oleh kita semua, dengan korban yang terus berjatuhan.”

Dalam kesempatan yang sama, Sri Paus juga mengutuk gelombang "serangan teror” di Afrika, terutama di "kawasan Sahel,” serta mendoakan "rekonsiliasi bagi Myanmar, di mana skenario dramatis terkait kebencian dan kekerasan masih bertahan.”

Dia memohonkan kemudahan bagi warga di Etiopia dan Afganistan yang menghadapi bencana kelaparan, atau bagi penduduk Kongo yang kembali dilanda perang saudara.

Kehadiran Paus Fransiskus dalam Misa Paskah sempat diragukan lantaran gangguan pada lutut yang diidapnya. Dia terlihat terpincang-pincang ketika menaiki altar di awal prosesi misa di Basilika Santo Petrus, Minggu (17/04).

Setelah ritual pagi hari itu, Fransiskus menaiki Mobil Paus dan berkeliling Lapangan Santo Petrus untuk menyapa puluhan ribu jemaat yang hadir.

rzn/hp (afp, rtr)

Sumber: Deutsche Welle
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved