Turki Luncurkan Serangan Darat dan Udara ke Markas Gerilyawan Kurdi di Irak

Pesawat-pesawat tempur Turki, helikopter, pesawat tak berawak hingga artileri menyerang markas gerilyawan Kurdi di Irak utara.

AFP
Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar melihat pada hari kedua pertemuan para Menteri Pertahanan NATO di Brussels pada 22 Oktober 2021. - Turki menyerang markas gerilyawan Kurdi di Irak utara. 

TRIBUNNEWS.COM - Turki meluncurkan serangan lintas-perbatasan baru terhadap militan Kurdi di Irak utara pada Senin (18/4/2022) pagi.

Pesawat-pesawat tempur Turki, helikopter dan pesawat tak berawak menyerang sasaran, kamp, terowongan, tempat perlindungan, dan tempat penyimpanan amunisi gerilyawan Kurdi di Irak utara.

“Hingga saat ini, operasi kami berjalan dengan sukses sesuai rencana. Target yang diidentifikasi pada tahap pertama telah ditangkap,” kata Menteri Pertahanan Hulusi Akar seperti dikutip kantor berita Anadolu, dilansir dw.com.

Tetapi dia tidak memberikan informasi tentang korban akibat operasi tersebut.

Jet dan artileri Turki menyerang sasaran milik Partai Pekerja Kurdistan, atau PKK.

Baca juga: 50 Hari Bertahan dari Serangan Rusia, Presiden Zelenskyy Berterima Kasih pada Rakyat

Baca juga: 47 Warga Afghanistan Tewas akibat Serangan Udara Militer Pakistan

Kemudian, pasukan komando menyeberang ke wilayah tetangga melalui darat atau diterbangkan dengan helikopter, kata Akar.

Menteri menambahkan bahwa jet menghantam tempat penampungan, bunker, gua, terowongan, depot amunisi dan markas milik PKK.

Kelompok itu mempertahankan pangkalan di Irak utara dan telah menggunakan wilayah itu untuk menyerang Turki.

Apa tujuan serangan itu?

Operasi tersebut, dijuluki "Operasi Claw Lock," bertujuan untuk mencegah serangan teror dan memastikan keamanan perbatasan.

Serangan itu juga didukung oleh unit artileri, kata Akar.

Operasi tersebut menargetkan wilayah Metina, Zap dan Avasin-Basyan di Irak utara.

Menurut menteri, target serangan juga termasuk pasukan komando yang memasuki wilayah itu dengan penyusupan dari darat.

Baca juga: Awalnya Dijanjikan Kerja di Polandia, Puluhan WNI Terdampar di Turki, 4 di Antaranya Warga Lampung

Baca juga: Taliban Kutuk Serangan Pakistan yang Tewaskan 5 Warga Afghanistan

“Kami bertekad menyelamatkan bangsa kita yang mulia dari teror malapetaka yang melanda negara kita selama 40 tahun ini,” kata Akar.

Serangan tersebut merupakan bagian dari kampanye Turki di Irak dan Suriah melawan PKK dan milisi YPG Kurdi Suriah.

Keduanya dianggap sebagai kelompok teroris oleh Ankara.

AS dan Uni Eropa juga telah menetapkan PKK sebagai kelompok teror .

Kelompok itu mengangkat senjata melawan negara Turki pada tahun 1984.

Lebih dari 40.000 orang telah tewas dalam konflik sejak itu.

(Tribunnews.com/Yurika)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved