Selasa, 14 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Lebih dari 300.000 Km Persegi Tanah di Ukraina Dipenuhi Ranjau

Shmyhal pun mengangkat masalah ini selama kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS) pada 21 dan 22 April lalu.

Youtube The Telegraph
Rekaman video tentara Ukraina menyingkirkan ranjau darat di jalanan dengan kakinya ramainya dibicarakan di media sosial. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, KIEV - Perdana Menteri (PM) Ukraina Denys Shmyhal mengatakan dalam sebuah wawancara dengan saluran TV Ukraina bahwa lebih dari 300.000 kilometer (km) persegi tanah di Ukraina dipenuhi ranjau.

"Kami menghadapi tantangan pembersihan ranjau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kami perlu membersihkan ranjau-ranjau seluas lebih dari 300.000 kilometer persegi, ranjau-ranjau ini hanya ditutupi dengan amunisi dan bom yang tidak meledak," kata Shmyhal.

Dikutip dari laman Ukrinform, Rabu (27/4/2022), ia menekankan bahwa Ukraina meminta semua mitra internasional untuk membantu dalam masalah ini.

Baca juga: Sederet Taktik Amerika demi Melihat Kekalahan Tentara Rusia di Perang Ukraina, Apa Saja?

Shmyhal pun mengangkat masalah ini selama kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS) pada 21 dan 22 April lalu.

Kabinet Menteri Ukraina juga mulai mendirikan pusat ranjau internasional.

Setelah dimulainya invasi Rusia ke Ukraina, sebagian wilayah Ukraina pun telah berubah menjadi 'tambang' bahan peledak dan dianggap sebagai 'area berbahaya'.

Menteri Dalam Negeri Ukraina Denys Monastyrsky menyampaikan bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa menjinakan persenjataan yang tidak meledak itu setelah perang berakhir.

Baca juga: Rusia Tolak Tawaran Ukraina untuk Negosiasi di Mariupol: Mereka Ingin Pentaskan Adegan Memilukan

"Sejumlah besar peluru dan ranjau telah ditembakkan ke Ukraina dan sebagian besar belum meledak. Persenjataan ini tetap berada di bawah puing-puing dan menimbulkan ancaman nyata, butuh waktu bertahun-tahun untuk meredakannya," kata Monastyrsky.

Perlu diketahui, tidak hanya Rusia yang membuat sebagian wilayah Ukraina berubah menjadi tambang ranjau, pasukan Ukraina pun telaj menanam ranjau darat di jembatan, bandara dan lokasi penting lainnya.

Hal ini dilakukan sebaga bentuk pencegahan agar Rusia tidak menggunakan fasilitas tersebut.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved