Konflik Rusia Vs Ukraina

250.000 Orang Hidup Tanpa Listrik Gara-gara Serangan Rudal Rusia di Wilayah Lviv

Sekitar 85.000 rumah tangga atau hampir 250.000 orang dibiarkan hidup tanpa listrik, hal ini dipicu serangan rudal yang diluncurkan Rusia untuk target

AFP/DANIEL LEAL
Seorang wanita belajar cara menggunakan senapan serbu AK-74 saat pelatihan bela diri bagi sipil di pinggiran Lviv, Ukraina barat, Jumat (4/3/2022) waktu setempat. Sejumlah warga sipil Ukraina mengikuti pelatihan bela diri menggunakan bom molotov dan senapan serbu (AK-47/AK-74/Kalashnikov) sejak Rusia melakukan invasi skala penuh ke Ukraina pada 24 Februari 2022. AFP/Daniel LEAL 

TRIBUNNEWS.COM, LVIV - Sekitar 85.000 rumah tangga atau hampir 250.000 orang dibiarkan hidup tanpa listrik, hal ini dipicu serangan rudal yang diluncurkan Rusia untuk target di wilayah Lviv pada Selasa malam.

Seperti yang disampaikan Kepala Administrasi Militer Regional Lviv, Maksym Kozytskyi.

"Lebih dari 85.000 rumah tangga dan lebih dari 12 pemukiman benar-benar mati listrik. Lima pemukiman lainnya sebagian mati, sekitar 250.000 orang dibiarkan hidup tanpa listrik," kata Kozytskyi.

Dikutip dari laman Ukrinform, Jumat (6/5/2022), ia mengatakan bahwa pada Rabu pagi waktu setempat, sekitar 630 rumah tangga tetap dibiarkan tanpa listrik.

Wali Kota Lviv Andriy Sadovyi pun menyampaikan bahwa fasilitas medis di pusat regional segera dialihkan ke daya cadangan, yang membantu menghindari kemungkinan terjadinya masalah.

"Sistem pasokan air juga dialihkan ke catu daya cadangan, sekarang mereka telah kembali ke mode operasi normal," kata Sadovyi.

Sedangkan untuk korban dari serangan, kata dia, terdiri dari dua orang yang terluka di luar gardu listrik pada saat penyerangan terjadi.

Salah satunya adalah warga Zakarpattia berusia 58 tahun, yang mengalami pecah paru akibat benturan di dada dan sedang menjalani operasi.

"Sementara itu korban kedua berusia 24, menderita luka pecahan peluru di lengan dan kakinya, dokter pun telah mengeluarkan beberapa pecahan peluru, tidak ada ancaman terhadap nyawanya, namun operasi lain akan tetap diperlukan," jelas Sadovyi.

Baca juga: UPDATE Invasi Rusia: Rudal di Lviv Tewaskan 7 Orang hingga 200 Ribu Warga Rusia Terancam Nganggur

Perlu diketahui, ledakan itu tidak hanya telah merusak jendela-jendela di gedung-gedung dan tempat tinggal, namun juga jendela-jendela kaca patri di salah satu gereja serta merobohkan pintu-pintu dari garasi-garasi yang terletak di dekatnya.

Para pemimpin wilayah dan kota menekankan bahwa Rusia sengaja menyerang rantai pasokan, khususnya yang digunakan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dari Barat ke Timur Ukraina.

Sebelumnya pada Selasa malam waktu setempat, pembom strategis Tu-95 atau Tu-160 Rusia meluncurkan serangan rudal dari Laut Kaspia.

Dari 6 rudal jelajah yang diluncurkan, pasukan pertahanan udara Ukraina menembak jatuh 2 di atas wilayah Lviv.

Lalu dari rudal yang tersisa, 3 terkena gardu listrik traksi di wilayah Lviv, 1 di Zakarpattia.

Akibat serangan itu, hingga saat ini, terjadi penundaan jadwal kereta api.

Gardu listrik di wilayah Kirovohrad dan Dnipropetrovsk pun turut terkena rudal jelajah.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved