AS Klaim Korea Utara akan Lakukan Uji Coba Rudal Jarak Jauh, Jelang Perjalanan Biden ke Asia

Sumber AS menyebut Korea UTara tampaknya sedang mempersiapkan kemungkinan uji coba rudal balistik antarbenua dalam 48 hingga 96 jam ke depan.

STR / KCNA VIA KNS / AFP
Gambar ini diambil pada tanggal 27 April 2022 dan dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara melalui KNS pada tanggal 29 April menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengambil bagian dalam upacara parade untuk menandai peringatan 90 tahun berdirinya Tentara Revolusioner Rakyat Korea (KPRA), di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara. 

Jika Korea Utara melakukan uji coba, itu akan menjadi uji coba nuklir bawah tanah ketujuh negara itu dan yang pertama sejak 2017.

Berbicara pada briefing pada hari Rabu tentang kunjungan Biden yang akan datang, wakil penasihat keamanan Korea Selatan Kim Tae-hyo mengatakan uji coba rudal balistik antarbenua baru oleh Korea Utara tampaknya "sudah dekat" tetapi kemungkinan uji coba nuklir tampaknya "rendah."

"Jika terjadi provokasi Korea Utara selama periode KTT SK-AS, tergantung pada sifat provokasinya, rencana B telah disiapkan sehingga kedua pemimpin dapat segera memulai sistem komando dan kontrol postur pertahanan gabungan, bahkan jika jadwal yang ada diubah," kata Kim.

Presiden baru Korea Selatan Yoon Suk-yeol mengambil sumpah saat pelantikannya di depan Majelis Nasional di Seoul pada 10 Mei 2022. - Yoon dilantik sebagai presiden Korea Selatan dalam sebuah upacara besar di Majelis Nasional Seoul, menjabat di sebuah waktu ketegangan tinggi dengan Korea Utara yang bersenjata nuklir.
 (Photo by JEON HEON-KYUN / POOL / AFP)
Presiden baru Korea Selatan Yoon Suk-yeol mengambil sumpah saat pelantikannya di depan Majelis Nasional di Seoul pada 10 Mei 2022. - Yoon dilantik sebagai presiden Korea Selatan dalam sebuah upacara besar di Majelis Nasional Seoul, menjabat di sebuah waktu ketegangan tinggi dengan Korea Utara yang bersenjata nuklir. (Photo by JEON HEON-KYUN / POOL / AFP) (AFP/JEON HEON-KYUN)

Biden dan Yoon akan membahas langkah-langkah paling efektif untuk menghalangi rudal nuklir Korea Utara bersama dengan masalah global lainnya, termasuk masalah di Indo-Pasifik dan keamanan ekonomi, menurut Kim.

Pertemuan puncak antara Biden dan Yoon akan berlangsung tak lama setelah sesi foto mereka di istana presiden pada pukul 13:30 waktu setempat pada Sabtu, menurut Kim.

Kedua pemimpin kemudian akan mengadakan konferensi pers bersama sebelum menghadiri makan malam di Museum Nasional Korea, kata Kim.

Perjalanan Biden ke kawasan itu minggu ini hanyalah contoh terbaru di mana seorang presiden AS telah melakukan perjalanan ke Asia di tengah ancaman uji coba nuklir.

Pyongyang sedang mempersiapkan uji coba pada tahun 2014 ketika Presiden Barack Obama saat itu melakukan perjalanan ke Korea Selatan, dan negara itu melakukan tes segera setelah Obama dan para pemimpin lainnya meninggalkan Asia pada 2016.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved