Konflik Rusia Vs Ukraina

Uni Eropa dan AS Diminta Sita Aset Rusia, Menkeu Janet Yellen: Amerika Tidak Miliki Kewenangan Hukum

Amerika Serikat tidak memiliki wewenang hukum untuk menyita aset bank sentral Rusia yang dibekukan karena invasinya ke Ukraina

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Inza Maliana
Ina Fassbender / AFP
Menteri Keuangan AS Janet Yellen berbicara kepada wartawan di sela-sela pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari Kelompok Tujuh negara industri (G7) pada 18 Mei 2022 di Koenigswinter dekat Bonn, Jerman barat. Sekutu G7 berharap untuk menandatangani paket dukungan keuangan untuk Ukraina dengan invasi Rusia menempatkan keuangan Kyiv di bawah tekanan berat. 

Aset itu disimpan di luar negeri, tetapi tetap di bawah kepemilikan Rusia.

"Meski kami sudah memikirkan ini, sekarang tidak sah di Amerika Serikat bagi pemerintah untuk menyita aset-aset itu," kata Yellen.

"Itu bukan sesuatu yang diizinkan secara hukum di Amerika Serikat."

Pada pertemuan G7 di pinggiran kota Bonn di Koenigswinter, Yellen bermaksud untuk fokus pada kebutuhan anggaran Ukraina yang lebih mendesak, yang diperkirakan mencapai $5 miliar per bulan.

Baca juga: Sidang Kejahatan Perang Pertama di Ukraina: Tentara Rusia Mengaku Bersalah

Baca juga: Pensiunan Kolonel Rusia Akui Kuatnya Ukraina: Keinginan Pertahankan Tanah Air Mereka Sangat Besar

Pada hari Selasa, dia menekan sekutu AS untuk meningkatkan dukungan keuangan mereka.

Sementara itu, seorang pejabat pemerintah Jerman mengatakan para menteri akan menjanjikan $15 miliar bantuan anggaran baru.

Risiko Default Rusia

Rusia memiliki sekitar $40 miliar obligasi internasional dan sejauh ini berhasil memenuhi kewajibannya dan menghindari default (gagal bayar) utang berkat lisensi sementara dari Departemen Keuangan.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved