Konflik Rusia Vs Ukraina

Uni Eropa dan AS Diminta Sita Aset Rusia, Menkeu Janet Yellen: Amerika Tidak Miliki Kewenangan Hukum

Amerika Serikat tidak memiliki wewenang hukum untuk menyita aset bank sentral Rusia yang dibekukan karena invasinya ke Ukraina

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Inza Maliana
Ina Fassbender / AFP
Menteri Keuangan AS Janet Yellen berbicara kepada wartawan di sela-sela pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari Kelompok Tujuh negara industri (G7) pada 18 Mei 2022 di Koenigswinter dekat Bonn, Jerman barat. Sekutu G7 berharap untuk menandatangani paket dukungan keuangan untuk Ukraina dengan invasi Rusia menempatkan keuangan Kyiv di bawah tekanan berat. 

Lisensi itu memberikan pengecualian yang memungkinkan bank menerima pembayaran dalam mata uang dolar dari kementerian keuangan Rusia meskipun ada sanksi yang melumpuhkan terhadap Rusia.

Lisensi berakhir pada 25 Mei, dengan pembayaran besar berikutnya jatuh tempo hari itu.

Baca juga: Rusia Disebut Habiskan Rp 228 Miliar Per-Jam untuk Perang Ukraina

Baca juga: Rusia Ternyata Lepaskan Rudal S-300 ke Jet Israel yang Serang Suriah

Pada hari Rabu, Yellen mengatakan Departemen Keuangan tidak mungkin untuk memperpanjang lisensi.

Hal ini dapat mengakibatkan kegagalan teknis jika Rusia kemudian mencoba membayar dalam rubel daripada dolar seperti yang dipersyaratkan berdasarkan perjanjian obligasi.

"Belum ada keputusan akhir tentang itu, tapi saya pikir tidak mungkin itu akan berlanjut," kata Yellen.

Ia menambahkan bahwa default teknis tidak akan mengubah situasi saat ini mengenai akses Rusia ke pasar modal.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved