Konflik Rusia Vs Ukraina

AS akan Persenjatai Ukraina dengan Rudal Anti-Kapal Canggih untuk Lawan Angkatan Laut Rusia

Amerika Serikat (AS) akan mempersenjatai pejuang Ukraina dengan rudal anti-kapal yang canggih untuk membantu mengalahkan blokade angkatan laut Rusia.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Inza Maliana
Koleksi François Mauld d'Aymée/Sputniknews
François Mauld d'Aymée berpose di depan kendaraan tempur lapis baja di sebuah wilayah Donbass Ukraina Timur yang selama 8 tahun diserang pasukan Ukraina dan militan Azov. 

Kedua rudal itu menelan biaya sekitar US$1,5 juta (sekitar Rp 22 miliar) per putaran, menurut para ahli dan eksekutif industri.

Sekitar 20 kapal Angkatan Laut Rusia, termasuk kapal selam, berada di zona operasional Laut Hitam, kata Kementerian Pertahanan Inggris.

Bryan Clark, seorang ahli angkatan laut di Institut Hudson, mengatakan 12 hingga 24 rudal anti-kapal seperti Harpoon dengan jangkauan lebih dari 100 kilometer akan cukup untuk mengancam kapal-kapal Rusia.

"Jika Putin tetap bertahan, Ukraina bisa mengambil kapal terbesar Rusia, karena mereka tidak punya tempat untuk bersembunyi di Laut Hitam," kata Clark.

Seperti diketahui, Rusia telah menderita kerugian di laut, terutama tenggelamnya kapal penjelajah Moskva, kapal utama armada Laut Hitamnya.

Cuplikan video handout yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia pada 20 April 2022 menunjukkan peluncuran rudal balistik antarbenua Sarmat di lapangan pengujian Plesetsk, Rusia.
Cuplikan video handout yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia pada 20 April 2022 menunjukkan peluncuran rudal balistik antarbenua Sarmat di lapangan pengujian Plesetsk, Rusia. (Selebaran / Kementerian Pertahanan Rusia / AFP)

Negara-negara Takut Kirim Harpoon ke Ukraina

Sejumlah negara bersedia mengirim Harpoon ke Ukraina, kata pejabat AS dan sumber kongres.

Tetapi tidak ada yang ingin menjadi negara pertama atau satu-satunya yang melakukannya, karena takut akan pembalasan dari Rusia jika sebuah kapal ditenggelamkan dengan Harpoon, kata pejabat AS.

Pejabat itu mengatakan satu negara sedang mempertimbangkan untuk menjadi yang pertama memasok rudal ke Ukraina.

Begitu negara yang berperlengkapan lengkap itu berkomitmen untuk mengirim Harpoon, negara lain mungkin akan mengikuti, kataNYA.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved