Konflik Rusia Vs Ukraina

AS akan Persenjatai Ukraina dengan Rudal Anti-Kapal Canggih untuk Lawan Angkatan Laut Rusia

Amerika Serikat (AS) akan mempersenjatai pejuang Ukraina dengan rudal anti-kapal yang canggih untuk membantu mengalahkan blokade angkatan laut Rusia.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Inza Maliana
Koleksi François Mauld d'Aymée/Sputniknews
François Mauld d'Aymée berpose di depan kendaraan tempur lapis baja di sebuah wilayah Donbass Ukraina Timur yang selama 8 tahun diserang pasukan Ukraina dan militan Azov. 

Naval Strike Missile (NSM) dapat diluncurkan dari pantai Ukraina dan memiliki jangkauan 250 kilometer.

Ini juga membutuhkan waktu kurang dari 14 hari pelatihan untuk beroperasi.

Sumber tersebut mengatakan NSM dipandang kurang sulit secara logistik daripada Harpoon, karena sekutu NATO dapat meminjamkan peluncur darat bergerak yang tersedia, dan hulu ledak dari Norwegia.

Sementara itu, pejabat lainnya mengatakan AS sedang berusaha mencari cara bagi Ukraina untuk mendapatkan NSM dan peluncur dari sekutu Eropa.

Sumber-sumber kongres mengatakan opsi lain adalah Norwegia menyumbangkan NSM ke Ukraina, sebuah gagasan yang didukung oleh anggota parlemen Norwegia.

Baca juga: Dekat dengan Rusia, Mantan Kanselir Jerman Kehilangan Hak Istimewanya

Baca juga: Jubir Kepresidenan Rusia Tegaskan Moskow akan Pertahankan Aset di Luar Negeri

Baca juga: UPDATE Serangan Rusia ke Ukraina Hari ke-86, Berikut Ini Sejumlah Peristiwa yang Terjadi

Kementerian Pertahanan Norwegia menolak memberikan tanggapan tentang kontribusi tambahan senjata dan peralatan pertahanan apa yang mungkin dipertimbangkan untuk ditawarkan ke Ukraina.

Semua permintaan senjata seperti Harpoon dan NSM harus disetujui oleh Departemen Luar Negeri AS, yang mengambil panduan dari Gedung Putih.

Senjata lain yang tinggi di daftar belanja Ukraina adalah Multiple Rocket Launch Systems (MLRS) seperti M270 yang dibuat oleh Lockheed Martin yang dapat menyerang target sejauh 70 kilometer atau lebih, peningkatan tiga kali lipat dari banyak peluru howitzer mereka saat ini.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahan Biden malah memutuskan untuk mengirim howitzer derek M777 yang dapat digunakan lebih cepat dan dikirim dalam jumlah yang lebih besar, kata pejabat itu.

Pejabat AS itu mengatakan M270 atau sistem serupa seperti M142 HIMARS akan dipertimbangkan untuk dikirim ke Ukraina setelah Kongres meloloskan RUU pendanaan tambahan senilai US$40 miliar (sekitar Rp 586,8 triliun) yang akan mengesahkan Otoritas Penarikan Presiden senilai US$11 miliar (sekitar Rp 161,3 triliun).

Itu memungkinkan presiden mengizinkan transfer kelebihan senjata dari stok AS tanpa persetujuan kongres sebagai tanggapan atas keadaan darurat.

Baca juga artikel lain terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

(Tribunnews.com/Rica Agustina)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved